Kepincut "Goa Kayu", Umar Ahmad Akan Sulap Jurang Segibew Jadi Destinasi Wisata

Uniknya, Jurang Segibew dipenuhi kayu rawa (sesepang) yang membentuk seperti sebuah goa sepanjang kurang lebih 100 meter.

Kepincut
Tribun Lampung/Endra Zulkarnaen
Bupati Tulangbawang Barat Umar Ahmad berfoto-foto di "goa kayu" Jurang Segibew. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnaen

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG TENGAH – Tidak heran jika Bupati Tulangbawang Barat Umar Ahmad dikenal sangat mencintai seni dan budaya.

Setelah sukses menelurkan berbagai ikon berlatar belakang budaya, kini Umar kembali menemukan ide untuk membuat destinasi wisata baru dengan memanfaatkan keindahan dan kekayaan alam setempat.

Pemkab Tubaba kini mulai melirik satu lokasi yang rencananya disulap sebagai destinasi wisata. Tempat bernama Jurang Segibew itu berada persis di tepian Sungai Way Kiri di Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah.

Nama Jurang Segibew diambil dari bahasa Lampung yang artinya Jurang Seribu. Uniknya, Jurang Segibew dipenuhi kayu rawa (sesepang) yang membentuk seperti sebuah goa sepanjang kurang lebih 100 meter.

Baca: Bupati Umar Ahmad Susun Konsep Kota Multikultural di Tubaba

“Bukan tidak mungkin, jika Tuhan berkehendak manusia berusaha, lokasi Jurang Segibew menjadi daftar ikon wisata di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai (julukan Kabupaten Tubaba),” kata Umar saat meninjau Jurang Segibew, Kamis, 23 Agustus 2018.

Umar didampingi Wakil Bupati Fauzi Hasan, Kepala Bappeda Nopriwan, dan Kepalo Tiyuh Panaragan Zaibun Muin. Bahkan, Umar dan Fauzi berfoto-foto seraya menikmati suasana Jurang Segibew yang sejuk nan asri.

Baca: Keren, Bupati Tubaba Umar Ahmad Rancang Kota Budaya Uluan Nughik Suku Baduy, Seperti Ini Konsepnya

Kepincut dengan pemandangan tersebut, Umar pun optimistis Jurang Segibew bakal menjadi lokasi wisata potensial. Namun, diperlukan usaha keras untuk menjadikan tempat sebagai lokasi wisata unggulan.

Umar mengatakan, harus ada perencanaan yang matang, mulai dari menggali sejarah nama Jurang Segibew. Selain itu, warga menyetujui lahan miliknya dijadikan tempat wisata. (*)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help