33 Sekolah di Lampung Selatan Masih Tolak Imunisasi MR, Padahal Orangtua Ingin Anaknya Divaksin
Kami tidak bisa memaksa, meski MUI sudah keluarkan fatwa, dan salah satu poinnya penggunaan vaksin Mealess Rubella satusnya mubah
KALIANDA, TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sebanyak 33 lembaga pendidikan di Lampung Selatan masih menolak atau meminta penundaan kegiatan vaksinasi measles rubella (MR).
Pihak sekolah beralasan belum ada label halal pada vaksin yang akan diberikan kepada siswa meski Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa Nomor 33 Tahun 2018.
"Lembaga pendidikan yang menolak atau meminta penundaan belum kembali meminta untuk penjadwalan ulang kegiatan vaksinasi MR. Tapi di sisi lain orang tua siswa sangat ingin anaknya divaksinasi," terang Kepala Bidang Penanggulangan Penyebaran Penyakit Penular (P2P) dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, Kristi Indarwati, Selasa (28/8).
Baca: Vaksin MR untuk Imunisasi Ada Unsur Babi, MUI Masih Bolehkan Karena 3 Alasan Ini
Mengacu hal itu, ia mengimbau, orangtua ingin anaknya diberi vaksin MR mendatangi puskesmas terdekat guna mendapatkan vaksin.
Kegiatan vaksinasi MR di lembaga pendidikan masih akan dilakukan hingga akhir bulan ini.
Kristi menambahkan, anak sudah divaksin MR sebanyak 115.058 orang hingga pekan keempat Agustus ini.
Pencapaian itu baru 53 persen dari total target pemberian vaksin kepada 199.153 anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun September mendatang.
Sedangkan di Tanggamus, Kabid Pencegahan, Pengobatan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Diskes Tanggamus Taman Prasi menyatakan, kelanjutan imunisasi massal rubella hanya menunggu persetujuan 14 sekolah selama ini minta penundaan imunisasi.
"Sampai sekarang masih 14 sekolah belum ada perubahan, mungkin nanti pihak puskesmas yang akan datangi sekolah, atau sebaliknya," kata dia.
"Kami tidak bisa memaksa, meski MUI sudah keluarkan fatwa, dan salah satu poinnya penggunaan vaksin Mealess Rubella untuk imunisasi satusnya mubah," ujarnya.
Sebanyak 14 sekolah yang belum digelar imunisasi SD dan SMP berlokasi di Kecamatan Talang Padang, Kota Agung, Gunung Alip, Sumber Rejo, Wonosobo, dan Semaka.
Terkait penundaan dari pihak sekolah menurutnya, tetap bisa digelar sampai akhir September.
"Teknisnya nanti siswa sekolah yang datang ke puskesmas atau sebaliknya. Tapi kalau banyak pihak puskesmas yang datangi sekolah," terang Prasi.
Terkait pencapaian imunisasi MR mengacu hasil laporan terakhir tercatat 98.951 siswa sudah diimunisasi.
Persentase pencapaian itu 62,40 persen. Sedangkan target untuk seluruhnya adalah 158.373 anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun. (tri/ded)