Berita Lampung Utara

Salim Angkut Puluhan Batang Besi Rel Curian Terhenti Polisi Patroli

Anggota Sat Lantas Polres Lampung Utara mengamankan seorang sopir mobil truk mengangkut barang curian puluhan batang besi rel KA.

Salim Angkut Puluhan Batang Besi Rel Curian Terhenti Polisi Patroli
Tribunlampung/Anung
Anggota Sat Lantas Polres Lampung Utara mengamankan seorang sopir mobil truk mengangkut barang curian puluhan batang besi rel KA saat melintas di jalan raya lintas tengah Sumatera depan rumah makan Obara desa Kagungan Raya, Selasa (11/9/2018), pukul 01.00. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Anggota Sat Lantas Polres Lampung Utara mengamankan seorang sopir mobil truk mengangkut barang curian puluhan batang besi rel KA saat melintas di jalan raya lintas tengah Sumatra depan rumah makan Obara desa Kagungan Raya, Abung Selatan, Selasa (11/9/2018), pukul 01.00.

Salim, (42), warga Desa Gunungkatun, Baradatu itu diamankan ketika membawa potongan besi rel, yang diduga hasil curian.

Jumlah besi rel yang dibawa sekitar 60 batang dengan ukuran sekitar 1 meter.

Baca: Direspon P2JN, Nanti Malam Jembatan Bujung Tenuk Diperbaiki

Kapolres Lampung Utara, AKBP Eka Mulyana membenarkan peristiwa dimaksud. Pelaku diamankan petugas yang sedang melakukan patroli.

Saat ditangkap, dirinya kedapatan membawa besi rel kereta api (KA) dengan menggunakan satu unit mobil truck diesel warna kuning biru berplat BE 9584 WC.

Baca: Tahu Ada Petugas, Pengedar Sabu Ini Kabur Lalu Nyemplung ke Sungai

Setibanya di ‎jalan alamsyah ratu perwiranegara, anggota memberhentikan kendaraan tersebut. Ketika ditanyakan oleh anggota barang apa yang dimuat, Salim tidak bisa menjelaskan.

Kemudian langsung diperiksa oleh anggota, ternyata potongan besi rel.‎

Didapati, potongan besi rel yang jumlahnya 60 batang dengan ukuran 1 meter.

"Diduga besi rel kereta api itu merupakan hasil tindak pidana pencurian," katanya, Selasa (11/9)

Dijelaskannya, berdasarkan keterangan pelaku, besi rel tersebut didapat dari seseorang yang tidak dikenalnya di jalan lintas Kampung Hujan Mas, Baradatu, Waykanan.

‎Salim diminta untuk memuat dan membawa barang tersebut ke Bundaran Rajabasa Bandar Lampung.

Dengan kesepakatan akan dibayar Rp 1,5 juta dan baru dibayar sebagai uang panjar sebesar Rp 500 ribu untuk beli minyak.

"Sisanya akan dibayar di Bandar Lampung oleh seseorang yang sudah ada menunggu di sana," jelasnya. (ang)

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved