Penerimaan CPNS 2018

Cemburu pada Peraih Medali Asian Games, Guru Honorer K2 Curhat Syarat Ikut CPNS 2018 Dipersulit

Ia mengaku, selama ini para K2 coba mendaftar ke portal BKN. Namun, selalu ditolak dengan alasan latar pendidikan belum sarjana.

Cemburu pada Peraih Medali Asian Games, Guru Honorer K2 Curhat Syarat Ikut CPNS 2018 Dipersulit
Tribun Lampung/Tri Yulianto
Sejumlah guru honorer K2 di Tanggamus. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Perwakilan honorer kategori 2 (K2) Tanggamus bakal menyampaikan aspirasi terkait syarat yang diberlakukan bagi mereka dalam penerimaan CPNS 2018.

Menurut Armel Adhitya Netral, perwakilan guru, ada syarat sarjana bagi honorer K2. Kemudian keterangan itu harus sesuai data BKN. Namun selama ini data BKN yang tidak bisa diakses. 

"Jadi besok kami akan pertanyakan data kami di BKN, sekarang ini sebagai lulusan apa. Memang dulu banyak lulusan SMA, tapi sekarang sarjana. Itu harusnya disinkronisasi sebab syarat daftar harus sarjana," ujar Armel, Senin, 8 Oktober 2018.

Ia mengaku, selama ini para K2 coba mendaftar ke portal BKN. Namun, selalu ditolak dengan alasan latar pendidikan belum sarjana.

Padahal, BKN juga tidak memberikan peluang pembaruan latar pendidikan K2.

Baca: Honorer K2 Pringsewu Minta Dilibatkan dalam Penerimaan CPNS Lewat Jalur Khusus

"K2 di seluruh daerah mengalami perlakuan  sama. Beberapa daerah sudah ke BKN, dan kami ikut perjuangan mereka. Sebab, selama ini tidak ada pembaruan data tapi tiba-tiba ditanyakan itu," ujar honorer guru sebuah sekolah di Kecamatan Bulok ini.

Ia mengaku, perjuangan dirinya bersama honorer K2 lainnya mendapat dukungan dari Pemkab dan Badan Kepegawaian Pengembangan SDM Tanggamus.

Honorer K2 lainnya, Yustina, juga mengaku agar para K2 dibebaskan segala persyaratan . Sebab, selama ini K2 sudah mengajar belasan tahun namun diberikan persyaratan berat.  

"Kalau bisa semua persyaratan untuk K2 tidak ada. Sebab, kami sudah bekerja belasan tahun. Kami bukan TKS yang baru. Tapi, data kami sudah ada di BKN sejak lama. Masa mau begini terus nasibnya," ujar Yustina. 

Bahkan, secara personal dia cemburu kepada atlet peraih medali Asian Games 2018. Sebab, mereka langsung diberi kemudahan masuk ASN ditambah berbagai bonus.

Baca: Guru Honorer Ini Sudah Mengabdi 20 Tahun, Kini Berjuang Diangkat Jadi CPNS

Sedangkan K2 hanya dipandang sebelah mata. Padahal, mereka juga berjasa. 

"Jadi sekarang ini kami yang sudah di atas usia 35 tahun ingin diangkat. Sedangkan jika yang belum lewat bisa diberi peluang ikuti tes," ujar Yustina. (*)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help