Tribun Metro

252 Kendaraan Dinas di Pemkot Metro Mati Pajak

Djohan meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Metro yang memegang kendaraan dinas (randis) untuk membayar pajak.

252 Kendaraan Dinas di Pemkot Metro Mati Pajak
ILUSTRASI
randis 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Zulkarnain 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Wakil Wali Kota Djohan meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Metro yang memegang kendaraan dinas (randis) untuk membayar pajak. Karena terdata puluhan, bahkan ratusan randis belum membayar pajak.

"Saya sudah minta BPKAD, mana-mana randis yang mati pajak laporkan ke saya. Kan kurang bagus juga randis mati pajak. Kalau mau menertibkan masyarakat bayar pajak, punya kita harus tertib dulu," kata Djohan kepada awak media, Jumat (12/10).

Baca: Polda Lampung Cek 219 Unit Randis Polres Way Kanan

Ia meminta, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) proaktif mengingatkan ASN pemegang randis untuk membayar pajak. "Harus proaktif. Jangan pas ada cek fisik terus ditemukan randis baru diingatkan," tegasnya.

Sekretaris Kota (Sekkot) Metro Nasir AT meminta BPKAD untuk segera menyelesaikan randis-randis yang mati pajak. "Sudah saya perintahkan untuk segera. Tahun ini harus selesai. Kita sering mengingatkan masyarakat untuk membayar pajak, ini justru randis yang mati pajak," ujarnya.

Baca: Akui Tahan Dua Randis, Mantan Pejabat Ini Tuding Bupati Pringsewu Jegal Kariernya

Selain itu, dirinya juga meminta BPKAD untuk mendata randis di Kota Metro. Termasuk randis yang sudah layak dihapuskan, hilang, ataupun sudah dilelang. Agar jangan sampai randis sudah tidak ada tetapi masih harus bayar pajak. Sehingga harus jelas, mana randis yang harus dihapuskan, yang hilang, dan yang sudah dilelang.

Wakil Ketua Komisi III Made Dwi Riana sepakat dengan ketertiban membayar pajak kendaraan dinas (randis). "Sudah sepatutnya dong bayar pajak. Apalagi pemerintah, harus lebih taat. Ini untuk memberi contoh ke masyarakat. Tapi soal randis ini memang ada dua hal mendasar," ujarnya kepada Tribun Lampung.

Menurutnya, BPKAD selaku leading sector aset daerah harus aktif mengingatkan pengguna randis untuk taat bayar pajak dan pendataan pengguna harus akurat.
"Bisa jadi orang yang pakai sudah berganti. Tapi surat-suratnya tidak atau masih orang lama yang pegang," ungkapnya.

Kepala BPKAD Kota Metro Supriadi mengaku, berdasarkan pendataan, ditemukan ratusan randis yang mati pajak. Rinciannya randis R2 sebanyak 190 unit, R3 sebanyak 3 unit, R4 dan R6 sebanyak 59 unit.

"Sampai saat ini masih ada yang belum membayar. Ini hasil dari penelusuran dari bidang aset, jumlahnya berbeda dari data yang diberikan oleh Samsat. Tapi ini masih data sementara, karena beberapa hari lalu ada yang sudah bayar, sekitar puluhan yang sudah bayar. Ini masih kami rekap berapa pastinya," tuturnya. (dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved