Hoaks Penculikan Anak di Tanggamus, Gopar yang Alami Gangguan Jiwa Jadi Tertuduh

Hoaks Penculikan Anak di Tanggamus, Gopar yang Alami Gangguan Jiwa Jadi Tertuduh

Hoaks Penculikan Anak di Tanggamus, Gopar yang Alami Gangguan Jiwa Jadi Tertuduh
tribun lampung/tri yulianto
Gopar 

Laporan wartawan Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Pemuda yang sempat diduga sebagai pelaku penculik anak dan ditangkap warga Pekon Padang Ratu, Kecamatan Wonosobo, ternyata miliki kisah malang.

Hal itu diketahui setelah keluarganya didampingi Saefudin, Ketua RT tempat mereka tinggal di Kampung Kidalkam, Desa Sukasari, Kec. Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten mendatangi Polres Tanggamus, Sabtu 3 November 2018.

Pemuda tersebut bernama Gopar (24), putra pertama dari pasangan Marnan dan Marsiti.

Dia menderita gangguan jiwa akibat dipukuli temannya saat SMP. Lalu bisa normal dan kambuh lagi karena gagal menikah.

Gangguan kejiwaan dimulai saat SMP tahun 2011.

Setelah itu sempat sembuh meski dua kali kambuh. Lantas 2015 kambuh lagi karena gagal menikah, dan sejak itu Gopar pergi dari rumahnya.

"Kumatnya, disebabkan ada dua hal, yang pertama pada saat SMP pernah dipukuli temannya sehingga tidak lanjut sekolah, kemudian setelah sembuh 2,5 tahun, anak saya berniat nikah namun pacarnya dinikahi orang lain sehingga kumat lagi," ujar Marnan.

Hal itu juga dibenarkan Ketua RT tempat asal Gopar, Saefudin yang turut menjemput. Selaku aparatur desa dan personal memang mengetahui jika warganya mengalami gangguan kejiwaan dan hilang sejak tiga tahun lalu.

"Rumah Gopar dekat sama saya, dia sebenarnya pekerja keras, kerjanya di saumil (tempat penggergajian kayu). Setelah ditinggal pacarnya menikah dia mulai oleng dan menghilang," kata Saefudin.

Halaman
123
Penulis: Tri Yulianto
Editor: taryono
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved