Tribun Metro

Office Boy Tewas Gantung Diri di Kediaman Temannya

Bambang (50) warga Jalan Lele Kelurahan Yosodadi, Metro Timur ditemukan tewas tergantung di rumah Jumino, warga Lingkungan IX Metro Timur

Office Boy Tewas Gantung Diri di Kediaman Temannya
net
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Bambang (50) warga Jalan Lele Kelurahan Yosodadi, Metro Timur ditemukan tewas tergantung di rumah Jumino, warga Lingkungan IX Metro Timur, Rabu (14/11).

Peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, kala Jumino menyapu halaman rumahnya, Bambang datang dan meminta izin menggunakan kamar mandi. Saksi yang tidak curiga dan sudah mengenal  korban memberi izin.

Baca: Identitas Pria Tewas Gantung Diri yang Hebohkan Warga Kaliasin Natar Akhirnya Terungkap

Lama tak keluar, Jumino pun mencari Bambang ke kamar mandi. Korban yang diketahui bekerja sebagai office boy di PT Jasa Raharja Kota Metro itu ternyata tidak ditemukan. Ia curiga ketika melihat pintu dapur terkunci dari dalam. Akhirnya membuka paksa pintu.

"Begitu kebuka, saya kaget. Ya terkejut melihat korban sudah dalam kondisi tergantung di sudut dapur," ujarnya yang langsung memanggil warga sekitar dan melaporkan kejadian bunuh diri tersebut ke Polsek Metro Timur.

Baca: Chef Ternama Anthony Bourdain Tewas Gantung Diri - Begini Reaksi Dia Saat Dengar Azan di Garut

Sementara Rio, anak Bambang, menceritakan, ayahnya tidak menderita sakit. Bahkan tidak ada masalah. Hanya saja, korban sempat bercerita jika cemas dikejar-kejar orang. Padahal tidak pernah ada yang mendatangi ke rumah.

"Kalau firasat, saya tidak merasakan ada firasat apa-apa. Tadi juga cuma disuruh pulang ke rumah. Penting katanya. Sampai rumah baru dikabarin kalau Bapak bunuh diri di belakang rumah Pak Jumino. Saya kira di kantor, saya ke sana tapi sepi. Baru tahu kalau di Yosorejo," ungkapnya.

Ia menambahkan, ayahnya juga tidak pernah mengeluhkan sakit ataupun hal lain yang bermasalah. "Sakit enggak. Ya cuma pernah cerita itu, kalau sering dikejar-kejar orang. Kayak capek pikiran. Kayak depresi tapi enggak sakit," tuntasnya. (dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved