Polres Tanggamus Tangani 569 Kasus Kejahatan Selama 2018, Paling Banyak Curanmor

Jumlah kejahatan yang ditangani Polres Tanggamus tahun 2018 menurun dibanding 2017.

Polres Tanggamus Tangani 569 Kasus Kejahatan Selama 2018, Paling Banyak Curanmor
Tribunlampung/Tri
Ekspose akhir tahun polres tanggamus 

Laporan wartawan Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Jumlah kejahatan yang ditangani Polres Tanggamus tahun 2018 menurun dibanding 2017.

Menurut Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, didampingi Kabag Ops Kompol Benyamin dan Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas, tahun ini ada 569 kasus, sedangkan tahun 2017 sebanyak 635 kasus, turun 66 kasus 10 persen.

"Kriminalitas yang menonjol tahun 2018 yaitu kasus pencurian kendaraan bermotor, ada 36 kasus. Ini turun dibandingkan 2017 yang saat itu ada 49 kasus," kata Rasma, Minggu 30 Desember 2018.

Lalu kasus pencurian dengan pengeratan tahun 2017 sebanyak 125 kasus, pada tahun 2018 terjadi 102 kasus, menurun sebanyak 23 kasus.

Kasus pencurian dengan kekerasan pada tahun 2017 sebanyak 65 kasus, pada tahun 2018 terjadi 60 kasus menurun sebanyak lima kasus.

Untuk penyelesaian dan ungkap kasus curanmor pada tahun 2018 mengalami kenaikan dibandingkan pada tahun 2017.

Pada 2018, ungkap kasus curanmor sebanyak 21 kasus, dibandingkan tahun 2017 sebanyak 17 kasus, atau meningkat sebesar 19 persen.

Untuk penyelesaian atau ungkap kasus curat pada tahun 2018 mengalami penurunan dibanding tahun 2017. Pada tahun lalu sebanyak 75 kasus tahun ini 68 kasus, menurun sebesar 10 persen.

Penyelesaian dan ungkap kasus curas pada tahun 2018 mengalami kenaikan. Tahun ini diungkap 44 kasus, sedang tahun 2017 diungkap 28 kasus.

Jalan Rusak di Desa Talang Jali Ditanami Pohon Pisang, Warga Kesal 9 Tahun Belum Tersentuh Perbaikan

Secara umum kategori kejahatan konvensional di wilayah hukum Polres Tanggamus selama 2018 sebanyak 484 kasus, dapat diselesaikan sebanyak 405 kasus. Masih terdapat tunggakan 79 perkara.

Bobol Rumah dan Curi Emas Tetangganya, Wahid Tidak Sadar Aksinya Terekam CCTV

Kejahatan terhadap kekayaan negara, korupsi satu kasus, ileggal logging tiga kasus, konservasi SDA satu kasus. Dengan jumlah tersangka 468 orang.

Kejahatan transnasional, seperti penyalahgunaan narkoba 80 kasus terdiri narkotika 11 kasus dan psitropika 69 kasus.

Barang bukti narkoba, rinciannya ganja 1959,17 gram, sabu 180,11 gram, ekstasi 288,5 butir. Tersangkanya 117 orang. (tri yulianto)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved