Tribun Bandar Lampung

BREAKING NEWS - Sebelum Lakukan Pencabulan di Gunung Terang, Predator Anak Ini Ngaku Dapat Bisikan!

Ade Ariyanto (22), pelaku pencabulan anak di bawah umur mengaku nekat merudapaksa anak laki-laki umur delapan tahun setelah mendengar bisikan jahat.

BREAKING NEWS - Sebelum Lakukan Pencabulan di Gunung Terang, Predator Anak Ini Ngaku Dapat Bisikan!
TribunLampung/Hanif Mustafa
Polsek Tanjungkarang Barat (TKB) menciduk satu pelaku predator anak bernama Ade Ariyanto alias Patok yang beraksi di kelurahan Gunung Terang, Bandar Lampung 
Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ade Ariyanto (22), pelaku pencabulan anak di bawah umur mengaku nekat merudapaksa anak laki-laki umur delapan tahun setelah mendengar bisikan jahat.
"Saya khilaf. Ada bisikan jahat yang menyuruh saya melakukan hal jahat itu, setan kali (yang membisikan)," ungkapnya seraya sesenggukan menahan tangis, Selasa 8 Januari 2018.
Ade pun mengaku tidak mengenal korbannya, lantaran ia kebetulan sedang melintas di lapangan dan melihat ada anak-anak bermain bola.
"Saya gak sengaja menemukan (anak-anak) ketika ada (anak-anak) ada yang membisikan saya untuk melakukan hal ini, sudah dua kali ini," ungkapnya.
Ade pun mengaku sudah dua kali ini telah merudapaksa anak laki-laki di bawah umur.
"Dulu tahun 2015, di Polsek Kedaton kasus yang sama, korbannya laki-laki," ucapnya lirih.
Ade menuturkan bisa memperdaya anak-anak dengan membujuk untuk mencari buah dikebun seputar Langkapura.
"Saat mereka main bola saya datangi saya bujuk cari rambutan dan duku," tuturnya.
Setelah keempat korban mau, lanjut Ade, satu orang dibawanya sementara ketiga orang lain diminta jalan sendiri.
"Terus saya bilang BS ada ulat di pan***nya, lalu itu saya buka celananya saya tengkurepin dan saya buka celana saya dan saya lakukan sudah itu," katanya.
Namun belum selesai aksinya, Ade keburu dipergoki oleh warga yang melintas di kebun.
"Ada warga yang melintas, saya langsung pergi dan BS juga pergi dia nangis," tandasnya.
Adapun aksi pencabulan anak di bawah umur di Gunung Terang bermula saat pelaku melihat sekelompok anak-anak sedang bermain bola.
Kapolsek Tanjungkarang Barat Kompol Hapran menuturkan, pelaku Ade Ariyanto (22) kemudian melancarkan aksinya, setelah melihat empat anak bermain bola di lapangan sekitar Langkapura.
"Jadi awal mulanya ada empat anak bermain bola, kemudian dipanggil oleh tersangka dan diajak untuk mencari buah rambutan dan duku," ungkapnya saat gelar ekspose, Selasa 8 Januari 2018.
Lanjutnya, tiga orang anak diminta mencari buah rambutan, sedangkan tersangka dan korban BS diajak untuk mencari duku.
"Ketika di tengah kebon, tersangka memberitahu kalau di pan***nya ada ulat. Kemudian pelaku langsung membuka celana korban dan celana tersangka, lalu tersangka menindih korban," terangnya.
Sebut Hapran, tersangka baru satu kali melakukan aksinya ini terhadap BS.
Namun sebelumnya, pelaku pernah ditangkap dengan kasus yang sama pada tahun 2015.
"Pelaku merupakan residivis, tersangka bisa dikatagorikan predotor anak-anak, karena korban sebelumnya di kasus pertama juga anak-anak," sebutnya.
Hapran pun menghimbau kepada para orang tua untuk waspada dalam mengawasi anak-anaknya.
"Waspada terhadap anaknya, ajarkan kepada anak-anak untuk tidak percaya langsung terhadap orang yang baru dikenal, dan jauhkan anak-anak agar tidak disarankan untuk bermain di hutan," tandasnya.
Sebelumnya Polsek Tanjungkarang Barat (TKB) menciduk satu pelaku predator anak yang beraksi di kelurahan Gunung Terang.
Adapun pelaku diketahui bernama Ade Ariyanto (22) alias Patok, seorang buruh bangunan, warga Nyunyai, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung.
Kapolsek TKB Kompol Hapran menuturkan, penangkapan ini berdasar laporan keluarga korban BS (8), warga Langkapura, Bandar Lampung dengan no LP/B/017/I/2019/LPG/Polresta Balam/ Sektor TKB 4 Januari 2019.
"Kemudian anggota melakukan lidik," ungkapnya saat gelar ekspose, Selasa 8 Januari 2019.
Lanjutnya, dari hasil penyidikan, dilakukan pengejaran kepada tersangka.
"Tersangka dapat kami amankan beserta barang bukti," paparnya.
Adapun barang bukti yakni satu potong baju, satu potong celana dalam, dan satu potong celana panjang.
"Kami jerat pelaku dengan pasal 82 ayat 1 UURI no 17 tahun 2016 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," katanya.

 

(*)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Teguh Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved