Tribun Pringsewu

Terlilit Utang, Oknum Tenaga Honorer DLLAJ Dishub Pringsewu Jadi Jambret, Sudah 4 Kali Beroperasi

Oknum tenaga honorer DLLAJ Dishub Pringsewu berinisial Ro (31), dibekuk anggota Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Tanggamus.

Terlilit Utang, Oknum Tenaga Honorer DLLAJ Dishub Pringsewu Jadi Jambret, Sudah 4 Kali Beroperasi
Tribun Lampung/Robertus Didik
Oknum honorer DLLAJ Dishub Pringsewu jadi jambret 
Laporan Reporter Tribun Lampung Robertus Didik
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Oknum tenaga honorer DLLAJ Dishub Pringsewu berinisial Ro (31), dibekuk anggota Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Tanggamus.
Penangkapan tersebut dikarenakan Ro terindikasi kuat sebagai pelaku penjambretan yang cukup meresahkan di wilayah Bumi Jejama Secancanan.
Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas mengungkapkan, Ro ditangkap di rumahnya di Pekon Ambarawa, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Jumat (18/1/2019), pukul 20.00 WIB.
Ro pun tidak dapat mengelak karena polisi mendapati barang bukti handphone hasil jambretan.
Handphone tersebut adalah HP Oppo A37 warna emas rose milik korbannya, Ria Rukmana (25), warga Desa Kota Baru, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah.
Ria mengalami penjambretan pada 15 November 2018.
"Korban dijambret di Jalan Malahayati, Kelurahan Pringsewu Timur, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, tepatnya di depan Chandra Pringsewu. Ia kemudian melapor ke Polsek Pringsewu," ujar Edi mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Minggu (20/1/2019).
Petugas pun melakukan penyelidikkan dan berhasil mengidentifikasi pelaku.
Kemudian menangkap Ro tanpa ada perlawanan.
Edi menceritakan, Ro menjambret dengan masih mengenakan seragam DLLAJ.
Namun pelaku menutupi seragam itu dengan jaket.
Ia pun memakai helm supaya tidak dikenali.
Targetnya adalah korban yang sedang memainkan handphone di jalan yang kemudian merampasnya.
Kepada petugas, Ro mengakui perbuatannya tersebut.
Bahkan Ro mengaku sudah empat kali melakukan perbuatan yang serupa. 
Antara lain penjambretan di Gang Sabaputra dan dua kali penjambretan di Gang Kopi Pringombo.
Dia mengaku perbuatannya dilakukan lantaran kondisi ekonominya sedang terpuruk karena terlilit utang, sedangkan gaji yang diterima sebagai honorer DLLAJ tidak cukup.
Ro mengaku menyesali perbuatannya tersebut.
Tapi apa daya, penyesalannya setelah kedua tangannya terbelenggu besi.
Sehingga, Ro pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan meringkuk di sel tahanan Mapolres Tanggamus.
Polisi mengenakan Ro dengan Pasal 365 KUHPidana. Ancaman hukuman penjara maksimal sembilan tahun.
(*)
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Teguh Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved