Tribun Lampung Utara

71 Koperasi di Lampung Utara Bakal Dibubarkan

Dinas Koperasi, Perindustrian dan UMKM Kabupaten Lampung Utara mencatat jumlah koperasi di Lampung Utara sebanyak 338 koperasi.

71 Koperasi di Lampung Utara Bakal Dibubarkan
net
koperasi 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Dinas Koperasi, Perindustrian dan UMKM Kabupaten Lampung Utara mencatat jumlah koperasi di Lampung Utara sebanyak 338 koperasi.

Dari total tersebut yang aktif hanya 217 unit saja dan 121 unit dinyatakan tak aktif.

Kepala Bidang Koperasi, Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (Dinka UMKMP) Kabupaten Lampung Utara Lusida Kausa mengatakan, indikator koperasi aktif bila melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara berturut-turun dalam dua tahun.

Sebaliknya, yang tidak aktif, tidak setiap tahun melakukan RAT.

“Dalam laporan di Kementerian Koperasi, ada 73 koperasi di Lampung Utara yang akan dibubarkan oleh kementerian".

Ruas Jalan Lintas Tengah Sumatera di Lampung Utara Rusak Parah

"Itu karena mereka tidak melaksanakan RAT maka dibekukan,” ujarnya Saat ditemui dalam pelatihan manajerial bagi koperasi di kabupaten setempat, Jumat (5/4/2019).

Lusida mengimbau, koperasi wajib menyusun RAT.

Merujuk hasil pembinaan dinas koperasi, mereka melaksanakan RAT tetapi pembukuan tidak tersusun rapi. 

"Permasalahan sering dihadapi pengurus koperasi yang sedang berkembang adalah pelaporan keuangan saat pelaksanaan RAT".

"Walaupun terlihat sederhana, bila laporan tidak tersusun sesuai dengan standar akuntasi modern yang ditetapkan kadang bisa menimbulkan konflik secara internal akibat miss komunikasi antara nggota," jelas Lusida.

Dinas Perdagangan Lampung Utara Bidik Target PAD 2019 Rp 890 Juta

Untuk itu, Dinka UMKMP memberikan pelatihan manajerial.

Tujuannya, meningkatkan pemahaman dan kemampuan bagi pengurus koperasi mengenai tata kelola pembukuan, khususnya pembuatan laporan keuangan yang berstandar akuntansi modern.

Harapannya, saat pelaksanaan RAT dapat termanajemen sesuai standar yang ditetapkan.

Pasalnya, menilai koperasi itu kategori sehat, hal pertama dilihat adalah susunan neraca laporan keuangan koperasi tersebut. (*)

Penulis: anung bayuardi
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved