Diskes Ingatkan Calhaj Tidak Berlebihan Konsumsi Suplemen Saat di Tanah Suci
Seluruh calon jemaah haji (Calhaj) Kota Bandar Lampung berjumlah 1.911 orang diingatkan tidak berlebihan dalam mengonsumsi suplemen.
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Seluruh calon jemaah haji (Calhaj) Kota Bandar Lampung berjumlah 1.911 orang diingatkan tidak berlebihan dalam mengonsumsi suplemen saat melaksanakan ibadah haji nanti.
Hal tersebut diungkapkan Edwin Rusli, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung saat mengisi sebagai pembicara dalam kegiatan Bimbingan dan Pembinaan Manasik Haji Masal Kota Bandar Lampung Tahun 1440 H / 2019 M yang digelar di Aula Masjid Al-Furqon, Lungsir, Jl. Diponegoro, Gulak Galik, Kec. Telukbetung Utara, Selasa (18/6/2019).
"Ya tidak masalah minum suplemen dalam rangka menjaga stamina tubuh saat nanti melaksanakan ibadah haji di tanah suci," ucap Edwin.
Ia berpesan kepada jemaah untuk dapat meminum suplemen cukup sekali sehari saja dan waktunya di pagi hari setelah sarapan pagi.'
• VIDEO - Sekitar 1.911 Calhaj Bandar Lampung Ikuti Bimbingan dan Manasik Haji di Masjid Al Furqon
"Ya boleh minum tapi jangan berlebihan dan waktunya di pagi hari karena kita akan memulai aktivitas lainnya," paparnya.
Menurutnya, jemaah disarankan untuk mengonsumsi suplemen dari Indonesia saja.
"Ya gunakan suplemen dari Indonesia saja karena kandungannya sudah baik tidak usah pakai yang dari luar," pintanya.
Lanjut Edwin mengatakan bahwa dari kesehatan disampaikan segala macam apalagi mengenai penyakit-penyakit yang dialami pada saat menunaikan ibadah haji.
Karena pasti setiap jemaah mengalami gangguan mulai yang ringan hingga berat. "Apalagi kalau dia memang di Indonesia sudah mempunyai penyakit sampai sana biasanya karena kelelahan atau karena apa kambuh penyakitnya," paparnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh jemaah yang memiliki penyakit untuk selalu rutin ke dokter karena sudah disediakan dokter saat pelaksanaan ibadah haji.
"Jadi tidak perlu malu terutama yang memiliki riwayat hipertensi dan diabetes," ungkapnya.
Menurutnya, seluruh jemaah haji 80% lanjut usia (lansia) dan mereka sudah tahu penyakitnya apa. "Dan itu sudah kita tangani. Dan fisik juga harus dijaga karena ini ibadah fisik," pungkasnya.
Berdasarkan pantauan, kegiata Bimbingan dan Pembinaan Manasik Haji Masal Kota Bandar Lampung Tahun 1440 H / 2019 M juga dihadiri Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Bandar Lampung Abdul Basid dan jajaran Kemenag Bandar Lampung. (Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin)