RUU Pilkada

Pemilihan DPRD Tak Ribut? Dulu Alzier dan Zulkifli Bakar-bakaran Juga Kok

Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri menjadi salah satu bupati yang tegas menolak RUU pemilian kepala derah melalui DPRD.

Pemilihan DPRD Tak Ribut? Dulu Alzier dan Zulkifli Bakar-bakaran Juga Kok

Laporan Reporter Tribun Lampung, Beni Yulianto

TRIBUNLAMPUNG, LIWA - Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri menjadi salah satu bupati yang tegas menolak RUU pemilian kepala derah melalui DPRD. Bersama sejumlah kepala daerah yang tegabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten  Seluruh Indonesia ((Apkasi), Mukhlis menolak pemilihan kepala daerah oleh DPRD di Jakarta.

"Menyangkut UU pilkada itu, saya ini kader partai, jadi ketua DPC di Lampung Barat, dan sebagai bupati. Sebagai kader partai saya tegak lurus mengikuti partai, PDIP adalah salah satu partai yang menolak pemilihan DPRD, karena itu, saya sebagai kader harus ikut menolak itu juga," katanya, Sabtu (13/9/2014).

Mukhlis menegaskan ia tidak ada kepentingan pribadi dalam penolakan ini. Pasalnya, ia sudah menjabat dua kali sebagai bupati sehingga tidak bisa mencalonkan diri kembali dalam Pilkada Lampugn Barat 2017  mendatang. "Saya tidak ada kepentingan pribadi, karena saya ini tidak bisa nyalon lagi, karena sudah dua periode, lalu kenapa saya menolak pemilihan kepala daerah melalui DPRD? karena saya mengaggap itu bentuk mundur demokrasi kita," tegasnya.

Mengenai alasan pemilihan melalui DPRD, untuk meminimalisasi konflik, dan mengurangi anggaran Mukhlis memiliki alasan tersendiri. "Kalau dia ada kekurangan misalnya ada calon yang kurang puas, protes, saya kira wajar, kita demokrasi baru berapa tahun sejak reformasi 1998, kalau ada kurang sedikit kita sempurnakan saja. Kalau katanya pemilihan DPRD tidak ribut, dulu waktu tahun 1999 Alzier dengan Zulkifli bakar-bakaran juga kok, Jadi jangan bilang bahwa pemilihan langsung banyak ributnya, soal biaya sama juga, dengan DPRD memerlukan biaya, tidak mungkin pilkada tidak mengeluarkan biaya, soal banyak sedikit itu relatif," urainya.

Dengan pemilihan langsung melalui rakyat, kata dia, maka rakyat akan merasakan langsung pesta demokrasi. "Pemilihan langsung ini dampak yang paling dirasakan calon turun ke masyarakat langsung, program yang langsung ke rakyat, ini implikasi yang dirasakan rakyat. Kalau melalui DPRD, saya sebagai kepala daerah tentu akan memperhatikan DPRD saja, kalau kurang perhatian DPRD nanti saya tidak dipilih," pungkasnya. (ben)

Penulis: Beni Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved