Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Bangunan Belanda yang Tak Berjejak di Lampung

Lalu pada tahun 1930-an, keresidenan berpindah ke Tanjungkarang di Jalan Hasanudin yang bernama Kantor Bengkok.

Tayang:
Penulis: Yoga Noldy Perdana | Editor: Heribertus Sulis

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jejak-jejak penjajahan Belanda di Indonesia berupa bangunan-bangunan kuno tersebar di seluruh Indonesia. Tidak terkecuali di Lampung.

Banyak bangunan peninggalan penjajah Belanda di Indonesia masih terawat. Ada yang rapuh. Tapi banyak juga yang tinggal nama tanpa sisa bangunan fisik yang bisa dilihat.

Di Lampung, bangunan-bangunan peninggalan Belanda banyak yang sudah tidak bisa dilihat lagi, seperti Perumahan Residen Belanda, Kantor Bengkok (Keresidenan Belanda di Lampung), dan perumahan Kontelir Belanda.

Pemerhati sejarah dan tokoh masyarakat Telukbetung Cek Mat Zein menuturkan, ketiga tempat tersebut sudah tidak ada jejaknya lagi.

“Keresidenan Belanda di Lampung awalnya berada di Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah. Lalu pada tahun 1930-an, keresidenan berpindah ke Tanjungkarang di Jalan Hasanudin yang bernama Kantor Bengkok, loksainya tepat di depan Hotel Ria sekarang,”ungkap Cek Mat, Senin (9/3/15).

Bangunan sejarah lain di Lampung adalah Perumahan Residen Belanda, yang kini menjadi Markas Polda Lampung. "Pada tahun 1949, ketika adanya agresi militer Belanda II, bangunan Residen dibakar habis oleh tentara pelajar,” tambah Cik Mat.

Lalu, Pasar Pasir Gintung, Jalan Imam Bonjol, Bandar Lampung, yang kini kita kenal sebagai sebuah pasar yang padat dan ramai, dulunya merupakan sebuah perumahan Kontelir Belanda. Tepatnya berada di samping Gereja Marturia, kini bangunan tersebut sudah berganti dengan ruko-ruko perbelanjaan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved