Gandeng Ruang Renjana, BNN Kampanye Bahaya Narkoba

Jika pada gelaran pertama dan kedua Ruang Renjana berjalan secara mandiri. Kali ini Ruang Renjana memberikan gebrakan

Penulis: heru prasetyo | Editor: soni

Laporan Reporter Tribun Lampung Heru Prasetyo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jika pada gelaran pertama dan kedua Ruang Renjana berjalan secara mandiri. Kali ini Ruang Renjana memberikan gebrakan dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung. Kampanye bahaya narkoba pun menjadi tema besar yang diusung sepanjang gelaran berlangsung.

Kerjasama ini pun disambut hangat oleh BNN Provinsi Lampung. Pasalnya, pengunjung Ruang Renjana yang didominasi kawula muda, menjadi target efektif kampanye perang terhadap narkoba. Sehingga, dampak negatif narkoba yang merusak bangsa, diharapkan dapat diminimalisir.

"Kami berterimakasih atas kerjasama ini. Karena BNN memang memiliki fokus untuk kampanye ke anak muda. Kebetulan program Ruang Renjana ini bisa kita sinergikan dengan program yang kita miliki," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Lampung Drs Akhmad Alamsyah MM, Sabtu (23/5/2015) malam.

Diuraikan Akhmad, BNN setidaknya memiliki tiga area kerja yang menjadi sorotan utama. Pertama yaitu pencegahan, salah satunya melalui kampanye yang bekerjasama dengan gelaran Ruang Renjana. Kedua yaitu rehabilitasi para pecandu narkoba di Provinsi Lampung.

"Buat para pecandu yang menyerahkan diri, akan kita sarankan untuk rehabilitasi. Secara nasional BNN punya target 100.000 orang direhabilitasi, dan Lampung dapat jatah 1567 orang untuk direhabilitasi gratis melalui BNN," ungkap dia.

Sedangkan fokus terakhir BNN yaitu bidang penindakan. Dimana Akhmad mengatakan pihaknya tidak akan tinggal diam bagi mereka yang mengedarkan narkoba di wilayah Lampung. "Kita tindak tegas, tanpa ampun," ujarnya semangat.

"Oleh karena itu, lewat acara ini, teman-teman buat acara lomba menggambar, mading yang isinya kampanye bahaya narkoba. Semoga ini jadi upaya kita bersama meminimalisir ancaman narkoba di lingkungan yang kondusif ini," jelas Akhmad di akhir perbincangan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved