Pesawat Hercules TNI Jatuh

"Saya Pernah Naik Hercules Bayar Rp 500 Ribu, Ada Ayam, Kambing Lengkap"

Saya sendiri pernah naik Hercules, dari Tanjung Pinang ke Natuna. Waktu itu bayarnya Rp. 500.000.

Kompas.com/Ronny Adolof Buol
Pesawat Hercules milik TNI-AU sedang bersiap di apron Lanud Sam Ratulangi untuk mengangkut bantuan dari Indonesia bagi korban bencana topan Haiyan di Filipina. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Beberapa warga sipil mengaku pernah menjadi penumpang pesawat angkut militer Hercules dengan membayar, namun TNI membantah dan mengatakan telah menerjunkan tim untuk menyelidikinya.

Salah seorang, Mun -yang mengaku sepupu Robiyanto, salah satu penumpang Hercules C-130 TNI AU yang jatuh di Medan Selasa (30/6)- mengatakan sepupunya menumpang Hercules naas itu dengan membayar kendati tak tahu persis berapa.

"Karena biayanya lebih murah, dan kami punya keluarga militer," jelas Mun, yang juga pernah naik pesawat Hercules militer.

"Saya sendiri pernah naik Hercules, dari Tanjung Pinang ke Natuna. Waktu itu bayarnya Rp. 500.000," ungkap Mun.

"Tak ada tempat duduk. Jadi saya berdiri saja, kan penerbangannya tak sampai satu jam. (Di dalam pesawat itu) ada ayam, ada kambing, lengkap deh," katanya tergelak.

Pengakuan di media sosial

Menyusul terungkapnya banyak warga sipil penumpang pesawat Hercules yang jatuh di Medan, muncul pula sejumlah pengakuan tentang pengalaman naik Hercules dengan membayar.

Vonkie Dino menulis di laman Facebook Indonesia tentang pengalamannya tahun 2005 saat membawa membawa bantuan untuk para korban bencana gempa bumi Nias.

Ketika dihubungi BBC Indonesia, dia menambahkan, "Jadi dari bandara Polonia saat itu saya tak mendapatkan pesawat. Lalu ditawari oleh seorang calo untuk naik Hercules. Saya pikir gratis karena membawa bantuan kemanusiaan, dan karena milik militer. Ternyata harus bayar. Kalau tidak salah, Rp. 600.000."

Diakuinya bahwa dia tak berhubungan dengan awak pesawat atau anggota militer lain. Seluruh transaksi dan urusan ditangani oleh calo, yang sudah dikenalnya lebih lama.

Di laman facebook Indonesia ada pula yang menuliskan pengalaman naik Hercules TNI tanpa harus membayar.

Natasya Adelia Rojak menulis, "Saya pernah naik, dari Balikpapan ke Surabaya, tapi tidak berbayar, gratis. Om saya anggota Akabri, TNI AU, jadi gratis. Tapi hanya kami yang naik, pada saat itu dalam rangka latihan militer TNI AU. Tidak ada warga sipil selain saya dan keluarga saya."

Penyelidikan TNI

Juru bicara TNI, Mayjen Fuad Basya mengatakan sudah menurunkan tim investigasi untuk menyelidiki laporan tentang penumpang warga sipil yang membayatr untuk bisa menggunakann fasilitas penerbangan militer Hercules C-130.

"Kami baru turunkan tim investigasi, dan kami belum menemukannya. Itu kan baru hanya anggapan orang-orang saja. Sampai hari ini tim investigasi kami tidak menemukan hal itu. Jika iada, kepada komandan satuannya, pasti kami berikan sanksi yang berat," tegas Fuad.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved