Pesawat Hercules TNI Jatuh

"Saya Pernah Naik Hercules Bayar Rp 500 Ribu, Ada Ayam, Kambing Lengkap"

Saya sendiri pernah naik Hercules, dari Tanjung Pinang ke Natuna. Waktu itu bayarnya Rp. 500.000.

Tayang:
Kompas.com/Ronny Adolof Buol
Pesawat Hercules milik TNI-AU sedang bersiap di apron Lanud Sam Ratulangi untuk mengangkut bantuan dari Indonesia bagi korban bencana topan Haiyan di Filipina. 

Fuad mengulangi lagi pernyataan bahwa kalaupun ada warga sipil yang menumpang maka mereka adalah anggota keluarga prajurit TNI.

"Warga sipil yang ada di pesawat itu adalah keluarga prajurit TNI. Kalau terbukti ada yang membayar, berarti itu bukan keluarga TNI. Berarti orang luar. Maka komandan satuan yang melaksanakan itu akan diberi sanksi.

Ia menjelaskan yang dimaksud keluarga, sebetulnya hanya keluarga inti: isteri dan anak prajurit.

"Tapi di Indonesia, ada tradisi khusus: kekeluargaan. Jadi di rumah belum tentu cuma ada anak dan isteri. Bisa ada ipar, keponakan, dll. Jadi ketika pindah, ikut juga," papar Fuad.

"Saya sendiri begitu: hanya sampai kelas III SD hidup bersama orang tua. Sesudah itu hidup bersama kakak saya."

"Keluarga jauh, (yang tidak tinggal di rumah) tidak bisa (ikut terbang), tidak boleh. Karena untuk bisa menggunakan fasilitas dari TNI Angkatan Udara, harus ada surat permohonan dari satuan," tambah Fuad Basya.

Dalam kesempatan lain, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, jika ada warga sipil naik pesawat militer maka hal itu harus dilihat sebagai sumbangsih TNI terhadap masyarakat sipil, katanya seperti dikutip Kompas.com.

Ia mengatakan pula, mendapat kabar dari KSAU, bahwa dalam pesawat Hercules yang jatuh itu memang ada mahasiswa yang mau pulang kampung ke Naatuna. Dan prajurit TNI AU membolehkannya naik Hercules atas dasar kemanusiaan. (BBC Indonesia)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved