Kemarau, Saluran Air Bersih di Mesuji Berubah Jadi Payau
Sebagian masyarakat Kecamatan Mesuji Timur dan Rawajitu Utara mulai kesulitan mendapatkan air bersih.
Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: soni
Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MESUJI - Sebagian masyarakat Kecamatan Mesuji Timur dan Rawajitu Utara mulai kesulitan mendapatkan air bersih.
Ini akibat dampak kemarau panjang yang berlangsung beberapa bulan terakhir. Air sumur maupun air saluran primer warga yang semula jernih kini berubah menjadi payau (asin).
Sumarno, warga Desa Sidang Iso Mukti, Kecamatan Rawajitu Utara mengatakan, fenomena air payau hampir setiap musim kemarau tiba kerap mencemari sumber air bersih warga.
Kondisi ini membuat masyarakat terpaksa memanfaatkan air payau untuk sekadar mandi dan mencuci. Sementara untuk konsumsi air minum, masyarakat terpaksa membeli air galon.
"Memang air payau tidak bisa diminum. Kita harus beli air galon yang harganya naik pada musim kemarau ini. Ini sudah rutin terjadi setiap tahun karena kemarau," tutur Sumarno, Jumat (04/09).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/mesuji-payau_20150904_161436.jpg)