Banjir di Lampung
BMKG Ungkap Penyebab Hujan yang Mengakibatkan Banjir di Bandar Lampung
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto menjelaskan fenomena cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
- BMKG Lampung mengungkap penyebab hujan disertai petir dan angin yang memicu banjir di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung.
- Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto menjelaskan fenomena cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer.
- Faktor dominan berasal dari pola sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat daya Lampung yang menyebabkan belokan angin dan konvergensi di wilayah Lampung
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mengungkap penyebab hujan disertai petir dan angin yang memicu banjir di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung pada Selasa (14/4/2026) malam.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto menjelaskan fenomena cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer.
"Faktor dominan berasal dari pola sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat daya Lampung yang menyebabkan belokan angin dan konvergensi di wilayah Lampung," ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Kondisi tersebut memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan secara signifikan. "Selain itu, suhu muka laut di perairan Lampung yang relatif hangat dengan anomali antara -2,0 hingga +3,2 derajat Celsius turut memperkuat suplai uap air di atmosfer," ujarnya.
Tak hanya itu, kata dia, kelembapan udara di lapisan 850 mb hingga 500 mb juga terpantau cukup tinggi, berkisar antara 70 hingga 100 persen. Kondisi ini semakin mendukung terbentuknya awan konvektif penyebab hujan lebat.
Baca juga: 21 Titik di Bandar Lampung Dilanda Banjir, Satu Orang Dilaporkan Meninggal
Dari hasil pengamatan radar cuaca, awan hujan terdeteksi tumbuh secara lokal dari arah tenggara Kota Bandar Lampung pada sore hari.
"Awan tersebut kemudian bergabung saat memasuki wilayah kota sekitar pukul 16.35 WIB dan terus berkembang hingga malam hari," ujarnya.
BMKG Lampung sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem.
Peringatan dini tiga harian diterbitkan pada 14 April 2026 yang mencakup potensi hujan sedang hingga lebat di Kota Bandar Lampung.
Selain itu, peringatan dini cuaca ekstrem juga dikeluarkan sebanyak tiga kali pada pukul 16.15 WIB hingga 20.00 WIB di hari yang sama.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan akibat angin kencang.
Warga yang tinggal di daerah perbukitan atau rawan longsor juga diminta lebih berhati-hati, terutama saat hujan ringan hingga sedang yang terjadi beberapa hari berturut-turut.
"Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG," ujarnya.
Prakiraan Cuaca Lampung 15 April 2026
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Lampung masih berpotensi diguyur hujan pada Rabu (15/4/2026).
Pagi hari: Cerah berawan hingga berawan, berpotensi hujan di Way Kanan, Mesuji, Tulang Bawang, Lampung Utara, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, dan Kota Metro.
| 21 Titik di Bandar Lampung Dilanda Banjir, Satu Orang Dilaporkan Meninggal |
|
|---|
| Dewi Tak Selamat, Banjir Bandang Terjang Wilayah Bumi Waras Bandar Lampung |
|
|---|
| Kisah Pedagang Nasgor Saat Bandar Lampung Diterjang Banjir, Dagangan Tutup Cepat |
|
|---|
| Wali Kota Eva Dwiana Turun Langsung Pantau Banjir di Bandar Lampung |
|
|---|
| Bandar Lampung Dikepung Banjir, BMKG Umumkan Status Awas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/BMKG-Ungkap-Penyebab-Hujan-yang-Mengakibatkan-Banjir-di-Bandar-Lampung.jpg)