Tarif Sewa Rusunawa Ketapang Rp 200 Ribu per Bulan
Pemerintah Kota Bandar Lampung menargetkan tahun depan rusunawa berkapasitas 198 unit tersebut telah siap huni.
"Kami sudah beberapa kali mengajukan kepada PLN untuk memasang listrik. Tapi, belum juga dipasang lantaran lama dan banyak prosesnya," kata Badri, Senin (16/11).
Kendala itulah yang menurut Badri menyebabkan rusunawa terbengkalai. "Kalau (listrik) sudah terpasang semua, pastinya rusunawa sudah dihuni. Sebab, listrik ini sangat penting buat mengalirkan air di rusun atas dan juga penerangan," tambahnya.
"Kalau rumah susun tidak ada aliran listriknya, pasti tidak ada yang mau menempati. Bagaimanapun, pemkot sudah mengusahakan untuk pemasangan listrik agar tempat tersebut tidak terbengkalai," tambah Badri.
Selain itu, ia berharap pemerintah pusat dapat segera memperbaiki gedung yang sudah rusak. "Karena gedung lama tidak digunakan, banyak yang mulai rusak. Makanya harus diperbaiki," imbuhnya.
Badri juga mengaku rusunawa tersebut telah diserahterimakan oleh pemerintah pusat kepada pemkot. "Penyerahan belum lama. Namun, sudah lama tidak digunakan, jadi banyak yang rusak," pungkasnya.
Sudah Terpasang
PT PLN Distribusi Lampung menyatakan, penyambungan listrik di rusunawa Ketapang, Panjang sudah selesai. Demikian diungkapkan Deputi Manajer Hukum & Humas PT PLN (Persero) Distribusi Lampung I Ketut Darpa.
"Ya, menurut info dari manajer (PNL) Rayon Telukbetung, semuanya sudah selesai," ujar Ketut, Senin (16/11).
Ketut menjelaskan, daya yang dipasang di rusunawa Ketapang, Panjang sebesar 900 VA. "Pemasangan itu total sudah semuanya. Ini juga hasil koordinasi saya dengan manajer rayon," pungkasnya.
Megah dan Terawat
Gedung rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Ketapang berada tepat di dekat Kantor Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang. Rusunawa Ketapang selesai dibangun pada tahun 2010.
Dana pembangunannya berasal dari Kemenpera sebesar Rp 24 miliar. Kompleks tersebut terdiri dari 198 unit ruangan yang dibangun di atas gedung empat lantai.
Dari pantauan Tribun, Senin (16/11), meskipun sudah lima tahun berdiri, bangunan itu masih tampak megah dan mentereng. Walau belum dihuni, bangunan rusunawa Ketapang terlihat terawat. Bangunan itu juga terlihat belum lama dicat ulang.
Bahkan, Dinas PU Bandar Lampung menempatkan empat penjaga yang bertugas siang dan malam menjaga rusunawa tersebut. Fahrurozi Hasan, pegawai Dinas PU Bandar Lampung, mengaku ditugaskan untuk menjaga rusunawa tersebut. Namun, ia tidak tahu alasan mengapa rusunawa itu belum dihuni.
"Kalau alasan belum ditunggu, saya tidak tahu. Karena saya hanya petugas jaga. Di sini ada empat orang. Dua jaga siang dan dua malam. Karena dulu banyak orang pacaran di sini," ujar Rozi.
Rozi menambahkan, hingga saat ini, kendala di rusunawa itu yakni belum adanya aliran listrik. "Kalau jaringan sudah ada. Cuma listriknya yang belum ada. Kalau air, sudah ada tower dan mesin bantuan pemkot," jelas Rozi, diamini rekannya, Taufik. (rri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/rusunawa-panjang_20151116_203033.jpg)