Baru Ditanam 3 Bulan, 300 Pohon di Lampura Mati Akibat Cuaca dan Dirusak Orang
Kepala Dishutbun Lampura Basirun Ali mengatakan, sejak Januari 2016 lalu hingga sekarang, pihaknya telah menaman sekitar 1.500 pohon mahoni di
Penulis: anung bayuardi | Editor: Ridwan Hardiansyah
Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Lampung Utara (Lampura) melakukan penanaman 1.500 batang tanaman pelindung.
Sayangnya, sekitar 20 persen tanaman pelindung jenis pohon mahoni itu sudah mati karena faktor cuaca dan ulah tangan jahil manusia.
Kepala Dishutbun Lampura Basirun Ali mengatakan, sejak Januari 2016 lalu hingga sekarang, pihaknya telah menaman sekitar 1.500 pohon mahoni di sejumlah ruas jalan di Kotabumi.
Di antaranya, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Raden Intan Tanah Miring, Prokimal, dan Jalan Mangga Besar (Mabes) tembus Stadion Sukung Kotabumi.
“Dari jumlah tersebut, ada sekitar dua puluh persen mati karena faktor cuaca dan gangguan dari manusia,” ujar Basirun, Minggu (10/4/2016).
Dikatakan, menyikapi kondisi tersebut lanjut Basirun, pihaknya telah melakukan empat kali penyulaman bagi tanaman yang mati. Sehingga, jumlah pohon yang sudah mulai tumbuh kembali tidak berkurang, yakni berjumlah 1.500 batang.
Dijelaskan Basirun, penanaman pohon, bukan saja untuk menyambut penilaian Adipura tahun 2016, tetapi untuk menghasilkan udara segar dan oksigen, bagi keberlangsungan hidup manusia.
”Penanaman pohon ini merupakan program nasional dan instruksi Bupati Lampura,” terang Basirun.