Soal Ahok, Surya Paloh: Banyak Yang Tidak Suka Tapi Orang yang Suka Jauh Lebih Banyak
Meski banyak pihak yang kontra secara politik kepada diri Ahok, secara pribadi, banyak juga pihak yang menyukainya.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hadir dalam HUT ke-5 Garda Pemuda NasDem di The Energy Building, SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (22/7/2016) malam.
Ahok mendapatkan kesempatan untuk memberikan sambutan dalam acara tersebut.
Dia berbicara tentang analogi yang menarik terkait perjuangannya sebagai kepala daerah.
Menurutnya, analogi juga dapat diterapkan kepada perjuangan kader Partai Nasdem dan anggota Garda Pemuda Partai Nasdem yang tengah berusaha melakukan restorasi kepada Indonesia.
Ahok mengaku mendapat inspirasi saat anak-anak Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-kanak (TK) yang mengunjunginya di kantor Balai Kota DKI kerap melontarkan pertanyaan mengapa dia begitu gemar berseteru dengan pihak lain dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah.
"Ini (berseteru dengan banyak orang) kan melawan arus. Saya berpikir, bagaimana menjelaskan ke anak-anak TK, tentang restorasi," kata Ahok.
Ahok mengungkapkan sebuah film animasi Disney berjudul Finding Nemo. Dalam film, ada adegan di mana Nemo berusaha menyelamatkan sahabatnya, Dory, dan ikan-ikan lain yang terperangkap jaring. Nemo dalam adegan itu dilarang ayahnya saat hendak masuk jaring untuk menyelamatkan Dory.
Ayahnya khawatir Nemo termasuk ikan yang terangkat ke permukaan dan tak dapat diselamatkan.
"Karena bisa saja, sewaktu Nemo masuk, jaringnya ditarik," ujar Ahok.
Nemo memilih untuk masuk dan menyelamatkan Dory karena merasa apa yang dilakukannya benar. Setelah sadar di dalam, jaring ternyata benar ditarik. Semua ikan, refleks berenang ke atas untuk menghindari dasar jaring yang semakin meninggi.
Dengan tindakan cepat, Nemo berpikir dan mengajak ikan lain untuk berenang ke bawah, mendorong jaring agar putus, sehingga semua ikan bisa bebas. Nemo, menjadi ikan yang pertama dan yang paling kuat mendorong jaring.
Dalam cerita itu, jaring terputus dan seluruh ikan terbebas. Nemo yang kelelahan, terkapar dan tak dipedulikan ikan lain yang telah ia bebaskan. Nemo hanya dihampiri ayahnya.
"Ketika Nemo terkapar, pingsan, tercekik, enggak ada datang ikan berterima kasih. Hanya bapaknya yang panik manggil-manggil dia," kata Ahok.
Hal yang sama juga harus dilakukan sebagai kepala daerah. Ahok mengatakan, harus menjalankan amanat konstitusi untuk menyejahterakan rakyat, tanpa cemas rakyat tak akan mengenang jasanya.
Sementara itu, Surya Paloh mengapresiasi analogi yang disampaikan Ahok. Dia menyebutkan, meski banyak pihak yang kontra secara politik kepada diri Ahok, secara pribadi, banyak juga pihak yang menyukainya.
"Memang gubernur kita ini kocak. Orang banyak yang tidak suka dengan dia, tapi jangan salah orang yang suka jauh lebih banyak," kata Surya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/surya-paloh-dan-ahok_20160723_101726.jpg)