Waspada jika Suami Ikut Beri Komentar di Media Sosial Teman Kita
Saat itu komentar suami saya adalah menanyakan tentang kapan teman saya tersebut menikah?
Lia yang manis,
Apa yang anda anggap baik, apa yang anda anggap biasa, belum tentu dianggap sama oleh orang lain.
Semua itu tergantung dari dasar pendidikan yang diterimanya, baik pendidikan informal yang diperoleh dari keluarganya, pergaulannya, dan masyarakat di sekitarnya, maupun pendidikan formal yang diperoleh di bangku sekolah.
Semua ini mempengaruhi cara pandang dan cara menganalisa seseorang terhadap suatu keadaan atau masalah yang dihadapinya.
Anda tahu media sosial yang digunakan oleh seseorang pada permulaan dianggap hanya untuk kelompok itu saja, hanya diketahui oleh kelompok itu saja.
Tetapi kelompok itu mempunyai teman-teman dan keluarga yang bisa membaca dan mengetahui apa yang terjadi dalam kelompok lainnya. Kalau semua orang memahami dan mau menaati etika sebuah sistem, tentu orang yang tidak termasuk dalam kelompok media sosial tidak mau dan tidak boleh ikut dalam kelompok itu.
Seperti suami anda, ia boleh membaca, boleh tahu apa yang ada dalam kelompok sosial anda, tetapi tidak boleh ikut campur atau ikut mengomentari seperti yang dilakukannya kepada teman anda.
Tindakan yang dilakukannya menyalahi aturan dan etika kelompok.
Tetapi sekarang semua kebablasan. Kalau sesuatu apapun itu sudah ada tertulis dalam satu kelompok sosial, sepertinya semua orang di dunia ini bisa mengetahuinya kalau mereka ingin tahu.
Sehingga apa yang dirasakan seseorang yang tertulis dalam akun kelompoknya, ternyata siapapun yang ingin tahu dan mempunyai kemampuan cara membukanya akan bisa mengetahuinya, bisa mengetahui semuanya, menyimpan dan menyebarluaskannya.
Apa yang tidak bisa dibobol? Rahasia negara pun bisa menjadi bukan rahasia lagi. Sekarang tergantung orang itu, ingin tahu hanya untuk dirinya, atau ingin ikut campur atau ingin menyebarkannya.
Tergantung sifat orang itu. Dan jangan lupa bahwa apa yang dilakukannya sudah memasuki ranah hukum. Maunya iseng-iseng bisa menjadi malapetaka.
Suami anda boleh membaca apa yang anda lakukan dalam kelompok media sosial yang anda miliki, kalau ia minta izin dan anda bolehkan.
Ia memang suami anda. Namun tidak harus ia boleh tahu apapun yang anda lakukan. Semua orang mempunyai hal-hal yang bersifat pribadi yang tidak perlu diketahui oleh suaminya atau istrinya.
Jadi seharusnya kalau suami anda menghargai anda, ia harus menanyakan pada anda bolehkah ia membaca akun media sosial anda?
Kalau anda tidak memberikan seharusnya ia menghormati anda, tidak akan membacanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi_20160731_132746.jpg)