Waspada jika Suami Ikut Beri Komentar di Media Sosial Teman Kita
Saat itu komentar suami saya adalah menanyakan tentang kapan teman saya tersebut menikah?
Tetapi kalau anda memberikan, tidak ada rahasia di antara kami berdua, maka silakan ia boleh membacanya dan boleh membicarakan dan mengomentarinya pada anda.
Tetapi karena akun ini bukan akun keluarga, tetapi akun pribadi, maka dalam mengomentari atau mengkritik apa yang ada di akun itu hanya boleh dilakukan dengan anda saja.
Tidak boleh ia ikut dalam kelompok ini, apalagi ikut mengomentari.
Wajar teman anda marah. Wajar teman anda terus melampiaskan kemarahannya karena komentar suami anda menyangkut masalah pribadinya, masalah nilai dirinya.
Buat orang lain mungkin itu hanya olok-olok belaka. Tetapi buat ia yang tersangkut, pertanyaan dan komentar suami anda benar-benar menyakitkan.
Ia bisa merasakan seperti dihina sebagai perempuan tidak laku, atau perempuan tidak menarik sehingga tidak ada lelaki yang mendekatinya, dan arti-arti lainnya yang dirasakannya.
Ia merasakan sebagai penghinaan yang luar biasa, yang membuka aibnya sehingga terbaca oleh banyak orang. Dan akhirnya ia lampiaskan kemarahannya dengan mencoba membalik kepada suami anda agar bisa merasakan penderitaan yang ia alami akibat dari komentar suami anda.
Kalau anda ingin menjaga persahabatan tetap baik, maka hentikan diskusi itu dalam akun media anda.
Anda telepon teman anda, bisakah bertemu berdua di suatu tempat yang anda sepakati untuk membicarakan masalah ini.
Kalau ia setuju, maka bicarakan masalah ini dengan hati lapang, hati ikhlas dengan tujuan menjalin kembali hubungan pertemanan seperti dahulu.
Minta maaf kepada teman anda atas kejadian ini. Minta maaf atas canda dari suami anda, dsb.
Kalau dia menerima dan ikhlas memaafkan suami anda, maukah ia bertemu bertiga sehingga bisa saling memahami dan bisa memaafkan apa yang telah terjadi dan tidak mengulang hal itu.
Ini semua sebagai pembelajaran buat anda. Tidak semua hal yang bersifat pribadi dari suami atau istri otomatis menjadi bagian dari diri anda berdua.
Akun media sosial milik satu kelompok bersifat personal. Kalau kebetulan tahu boleh, tetapi jangan terlibat. Seandainya teman anda tidak mau dan tetap keukeuh dengan pendiriannya, "Tiada maaf bagimu", terima dengan ikhlas.
Ini adalah risiko anda ikut dalam akun media sosial. Anda membiarkan masalah ini berlarut karena permulaan anda menganggap ini masalah kecil. Kecil buat anda, tetapi besar buat teman anda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi_20160731_132746.jpg)