Ketua PARFI Tersandung Narkoba
Reza Artamevia Mencak-mencak Saat Ditanya Sudah Berapa Lama Mengonsumsi Sabu
Reza Artamevia akhirnya diizinkan pulang ke rumah untuk sementara waktu oleh pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Barat.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Reza Artamevia akhirnya diizinkan pulang ke rumah untuk sementara waktu oleh pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Barat.
Tak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut, Reza yang ditemani anak bungsunya, Aaliyah Massaid, bergegas menuju rumah orangtua Reza, Adang Surachman Rachmat, di kawasan Margaguna, Radio Dalam, Jakarta Selatan.
Baca juga: "Teh Reza Artamevia bukan Penjahat"
Dalam kesempatan itu pula, Reza berkesempatan untuk melakukan konferensi pers perihal kabar penangkapannya di Mataram, Lombok, Minggu (28/8) lalu.
Dalam keterangannya, Reza menyebutkan kalau ia sama sekali bukan pengguna narkoba seperti yang selama ini dituduhkan.
Ketika menjawab pertanyaan seputar itu, wajah Reza sumringah. Apalagi, ia mengabarkan kalau hasil tes urine yang tadinya positif, menjadi negatif.
Namun, raut wajah Reza mendadak muram ketika ditanyakan perihal sejak kapan ia menggunakan narkoba jenis sabu dan dari mana ia mendapatkannya.
"Untuk apa saya sharing soal hal itu? Anda bukan dokter dan saya rasa, saya enggak punya kewajiban untuk share itu pada Anda," tegas Reza saat dijumpai tabloidnova.com di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, Jumat (2/9/2016) malam.
Sebelumnya sempat diberitakan tabloidnova.com bahwa Reza mengaku tidak tahu jika zat yang sering digunakannya sebagai stimulan tersebut adalah zat narkotika jenis sabu.
Selama berada di Padepokan Brajamusti milik Gatot, Reza mengaku hanya mengetahui benda itu dengan sebutan aspat (sebelumnya ditulis asmat).
Borok Gatot
Ayah Reza Artamevia, Adang Surachman mengungkapkan kegembiraannya karena putrinya itu bisa pulang ke Jakarta, Jumat (2/9/2016).
Ditemui di rumahnya di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, Jumat siang, Adang mengatakan Reza akan pulang ke rumah itu dari Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Namun Adang menolak berbicara tentang guru spiritual Reza, Gatot Brajamusti, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkoba.
"Sudah enggak perlu diceritakan seperti apa. Saya enggak mau buka borok orang (Gatot)," ujar Adang.