Menguak Kasus Pembunuhan Guru TK, Sandal Jepit Jadi Alat Bukti

Salah satu orang yang diperiksa adalah Heri Jatmiko (47), suami korban. Ia diperiksa sejak Rabu, namun belum banyak keterangannya yang bisa dijadikan

Menguak Kasus Pembunuhan Guru TK, Sandal Jepit Jadi Alat Bukti
Surya Malang
Ratmi Nur Hayati semasa hidup. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BLITAR – Kasus pembunuhan Ratmi Nur Hayati (43), guru TK asal Dusun Dewi, Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, yang mayatnya ditemukan di dalam rumahnya, Rabu (7/9/2016) pagi, masih dalam penyelidikan polisi.

Salah satu orang yang diperiksa adalah Heri Jatmiko (47), suami korban. Ia diperiksa sejak Rabu, namun belum banyak keterangannya yang bisa dijadikan petunjuk.

Kamis (8/9/2016) pagi, ia diizinkan pulang untuk mengikuti pemakaman istrinya. Namun usai pemakaman, bapak dua anak itu dibawa kembali ke Polres Blitar.

"Iya tadi pagi, saat berlangsung pemakaman istrinya, Pak Heri datang. Namun sebentar mampir ke rumahnya, ia kembali dibawa ke polres," tutur Kepala Desa Semen, Slamet Suyanto.

Suyanto mengaku heran, karena sampai hati, ada orang yang berbuat sesadis itu pada korban. Sebab, korban itu merupakan santri mengaji istrinya, yang dikenal cukup ramah. Bahkan, ia cukup aktif kegiatan di desa.

"Saya yakin, korban itu tak punya musuh. Selain orang ramah dan baik, juga tak pernah neko-neko. Wong, orangnya jarang keluar," paparnya.

Dari hasil olah TKP, petugas mengamankan barang bukti, di antaranya pakaian korban, seperti rok dalam; selendang batik yang dipakai menyumpal mulut korban; dan tali tampar yang dipakai mengikat tangan korban ke depan.

"Saat ditemukan, tangan korban terikat ke depan, dan mulutnya tersumpal kain selendang," kata Kapolres Blitar Ajun Komisaris Besar Slamet Waluya.

Dugaannya, korban sempat melakukan perlawanan saat dianiaya karena ditemukan banyak darah yang tercecer di TKP. Itu diperkirakan, bukan hanya darah korban, melainkan juga ada darah pelakunya.

Selain mengamankan barang bukti itu, petugas juga menemukan sepasang sandal jepit, yang ditengarai bukan milik korban. Sebab, ukurannya besar dibanding kaki korban. Itu ditemukan di dekat mayat korban.

Halaman
12
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved