Ini Cara Taryono Sang Juragan Rumah Makan Menyiasati Tingginya Harga Cabai
Tidak hanya para ibu rumah tangga yang kelimpungan dengan tingginya harga cabai saat ini.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: soni
Laporan Wartawan Tribun Lampung Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Tidak hanya para ibu rumah tangga yang kelimpungan dengan tingginya harga cabai saat ini. Para pelaku usaha rumah makan pun saat ini harus pintar memutar otak guna menyiasati tingginya harga cabai saat ini.
Menurut Taryono, seorang pelaku rumah makan di Jalinsum, cabai merupakan komoditi penting dalam masakan. Setiap hari, kata dia, minimal ia menghabiskan 2 kilogram cabai merah dan cabai rawit.
“Para sopir-sopir truk terbiasa dengan masakan yang pedas. Kalau cabainya kurang tentu bagi mereka kurang sedap. Kita tidak berani menguranginya, meski harga cabai saat ini mahal,” ungkapnya, Rabu (26/10).
Untuk menyiasatinya, ujar pria yang sudah 5 tahun menggeluti usaha rumah makan itu, dirinya memiliki langganan khusus. Biasanya ia mendapatkan harga yang lebih miring dari harga pasar.
“Kita punya langganan yang memasok. Harga sedikit lebih murah dari kita membeli dipasar,” tandasnya. (dedi/tribunlampung)