Jual Motor Kosongan Wilayah Lampung Marak Berseliweran di Facebook
Ia bersedia bertemu di daerah Natar, namun bukan di rumahnya, melainkan di jembatan layang.
Penulis: Romi Rinando | Editor: Heribertus Sulis
BANDAR LAMPUNG, TRIBUN - Para "pemain" motor curian kini banyak berseliweran di grup-grup media sosial Facebook khusus jual beli motor murah di berbagai wilayah di Lampung.
Dengan mudahnya, motor diduga hasil curian atau motor kredit macet di-posting dan dibubuhi berbagai keterangan antara lain harga jual yang bisa jauh di bawah nilai jual di pasaran.
Dalam sehari sedikitnya terdapat 10 postingan baru yang menampilkan foto motor yang dijual dengan harga supermurah. Setidaknya ada dua jenis motor yang ditampilkan, yakni motor diduga hasil curian dan motor kredit macet.
Untuk motor kredit macet ini biasanya dilego dengan kelengkapan STNK saja, tanpa BPKB.
Para pelaku sengaja menjual motor hasil kejahatan curian dan motor kredit macet di Facebook agar lebih mudah menjaring pembeli yang ingin mendapatkan motor dengan harga di bawah nilai jual di pasaran. Ada pula yang ingin barter atau saling tukar sesama motor diduga curian.
Penelusuran Tribun, di Facebook memang terdapat puluhan grup jual beli motor. Tribun menemukan motor-motor terindikasi hasil curian dan motor dengan kelengkapan STNK semata, di-posting bebas untuk dijual. Postingan itu mendapat banyak komentar dari netizen.
Tribun mencoba menghubungi pemilik akun berinisial Dk yang memposting motor Mio Sporty tahun 2010 seharga Rp 2 juta, dengan COD wilayah Natar.
Saat dihubungi, Dk mengakui motor yang dipostingnya tanpa pelat nomor tersebut, tidak dilengkapi surat. Ketika ditanyakan keberadaan surat-surat motor tersebut, Dk menyebutkan dirinya juga membeli motor itu tanpa surat.
"Gak ada surat, kan di FB sudah saya tulis kosongan, kalau orang yang ngambil bilang pelatnya Bandar Lampung. (Harga) net gak kurang sama kayak di FB," ujar Dk.
Saat Tribun minta untuk bertemu dengan alasan ingin membeli, Dk menyanggupinya. Ia bersedia bertemu di daerah Natar, namun bukan di rumahnya, melainkan di jembatan layang.
"Kalau mau ketemu boleh. Sekarang saya di rumah kawan, bisa COD (bayar di tempat) di jembatan layang Natar aja," ungkapnya.
Tribun juga menemukan akun berinisial Ra yang diduga menjual motor Mio Sporty tanpa keterangan tahun kendaraan seharga Rp 1,8 juta.
Dalam postingan tertanggal 25 Januari tersebut, RA mencantumkan bisa ditukar tambah dengan HP android. Saat Tribun menghubungi nomor ponsel yang tertera di postingan tidak aktif.
Di grup tersebut, juga terlihat tawaran tukar-menukar motor yang sama-sama tidak dilengkapi surat atau istilah dalam grup ini disebut motor kosongan atau bodong.
Lebih Praktis
Sejumlah "pemain" motor diduga curian yang diwawancarai Tribun, mengaku sengaja menggunakan media sosial Facebook agar lebih murah dan praktis dalam bertransaksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/begal_20161229_165816.jpg)