Korban Kosmetik Ilegal: Wajah Saya Jadi Jerawatan dan Kusam
Ya saya nyesel pernah beli krim yang paketan itu harga Rp 120 ribu. Setelah berhenti, wajah saya jadi jerawatan, kusam. Ya begini sekarang
Produk-produk itu dijual secara terang-terangan dan berjejer di etalase penjual.
Selain itu, ada juga kosmetik yang telah mencantumkan izin BPOM, namun setelah dicek di aplikasi "Cek BPOM", kosmetik tersebut tidak teregistrasi di sana. Kosmetik ini pun terindikasi barang bodong.
Bahkan krim pemutih yang jelas-jelas berbahaya dan dilarang BPOM karena mengandung merkuri masih beredar di pasaran, yakni merek Temulawak Widya Day Cream dan Nigh Cream, Mirocell Nigh Cream, Icome Night Cream.
Selain itu, masih ada merek lain seperti, dr Pure Plus, Walet, Ester, krim siang malam tanpa merek, dan lainnya.
Seorang pedagang kosmetik di Lorong King, saat Tribun menanyakan krim apa yang bagus untuk wajah, langsung menawarkan krim Temulawak.
Menurut dia, krim itu banyak dicari orang, penjualan tergolong laris. Ia mengatakan, berbagai krim itu dari berbelanja di Jakarta.
"Belinya di Jakarta. Ini nanti jika sudah mau abis ya belanja lagi ke sana," ujar dia yang tak mau menyebutkan nama.
Untuk harga produk ini Rp 35 ribu. Menurut dia, dalam seminggu memakai krim ini wajah terlihat perubahannya. Untuk produk Walet terus dia, biasanya dipakai wanita di atas usia 40 tahun.
Ia pun mengklaim, kalau krim itu banyak dicari kaum wanita. Harga sepaketnya Rp 110 ribu.
Pedagang lainnya menyatakan, salah satu krim wajah yang sedang ramai dipakai orang yakni Dr Pure Plus.
Pedagang mengaku, barang ini sudah ada izin edar dari BPOM. Namun setelah dicek, merek ini ternyata belum teregistrasi. Ia pun mengaku, membeli produk kecantikan itu di daerah Jakarta.
"Ada distributor di Jakarta kalau belanja ya kesana," katanya.
Sementara pedagang lainnya mengakui bahwa memang masih banyak kosmetik yang belum memiliki izin dari BPOM bahkan ada krim pemutih racikan.
Menurut dia, peredaran kosmetik tanpa izin itu sulit dikontrol. Bahkan ia juga menyebut, jika ada kosmetik KW.
"Barangnya sama namun harganya lebih murah," ungkapnya. Contohnya, krim merek Tul Jye yang dibandrol Rp 600 ribu, untuk barang KW-nya bisa dibeli hanya Rp 120 ribu.
"Masih banyak lagi, Garnier itu juga ada KW-nya, sebutannya Garnier Gentong," jawabnya.
Saat Tribun berpura-pura ingin membeli krim racikan itu, ia pun memberikan. Kosmetik berbahaya ini bermerek Super UV Whitening, namun tidak memiliki nomor izin BPOM serta tak mencantumkan perusahaan yang memproduksinya.(det/mg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/jerawat_20160812_104218.jpg)