15 Tahun Anak Kuli Pasar Ini Menahan Sakit Idap Hidrosefalus "Le, Sakit Ya, Cup Ada Ibu Disni"
Sri menggendongnya dengan kain jarik dan tangannya menopang kepala Irwan.Mereka berdua hanya membawa kantong plastik untuk tempat nasi dan sebotol air
Laporan Reporter Tribun Lampung Andre
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Setiap orangtua mengharapkan kelahiran seorang anak dengan sehat dan normal tentunya. Namun tidak dengan Sri, warga Bekri- Lampung Tengah. Tahun 2003 melahirkan seorang anak laki-laki bernama Irwan dengan kondisi mengidap penyakit hidrosefalus.
Sri selalu membawa anaknya jika berperpergian kemana pun. Ia hanya bekerja sebagai tukang rongsok atau menjadi kuli di pasar.
"Setiap hari kerja, upahnya untuk makan berdua, yang penting halal dan ikhlas yang memberi. Saya tidak pernah minta-minta, tapi saya pilih bekerja jadi tukang rongsok atau di pasar jadi kuli, bantu pedagang pasar," ucap Sri lirih, saat diwawancara Tribun ketika menunggu kendaraan menuju Bekri, Selasa (21/3/2017).
Sri selalu mengelus kepala Irwan sambil memanggilnya dengan panggilan 'Le' (panggilan anak laki-laki orang jawa). Irwan kadang hanya mengedipkan mata dan memandang Ibunya.
Mata Sri berkaca-kaca ketika ditanya tentang suaminya. Karena selama ini, ia mengurus Irwan sendirian dengan dibantu kakak perempuannya. Pengakuannya, suaminya berada di Kota Malang, namun tak kunjung pulang bahkan membantu ekonomi keluarga pun tidak.
"Dia pergi bukan karena tahu anaknya seperti ini, atau tidak mau pulang karena Irwan. Kirim uang juga tidak, tapi tidak masalah. Paling tidak saya selalu ada di dekat Irwan tidak meninggalkannya," ucap Sri sembari menyeka air matanya yang menetes di pipinya.
Tahun 2003, Irwan pernah dibawa ke Rumah Sakit Cipta Mangunkusuma Jakarta dengan diantar kakaknya melakukan operasi pemasangan selang di tubuh Irwan.
Lima belas tahun sudah semenjak pemasangan selang di tubuh Irwan mengecil tapi kepala irwan justru semakin besar karena penyakit yang diidapnya. Urat-urat terlihat di lingkaran kepalanya, matanya membesar dan sering terbelalak melihat ke berbagai arah.
Sri menggendongnya dengan kain jarik dan tangannya menopang kepala Irwan. Mereka berdua hanya membawa kantong plastik untuk tempat nasi dan sebotol air minum.
Sri harus membawa Irwan ke Jakarta untuk periksa tiga bulan sekali. Walaupun memakai BPJS tetap saja ada obat yang harus ditebus sendiri apotek dan biayanya cukup mahal.
Begitu besar cintanya ke Irwan, Sri rela melakukan pekerjaan apapun asal semua halal dan tidak mencuri. Untung kakak perempuannya selalu bersedia membantu.
Setiap malam kadang Irwan menangis karena menahan sakitnya. Sri hanya bisa mengelus kepalanya dan terus memanggil namanya.
"Le..le....sakit ya....cup ada Ibu di sini," ungkap Sri.
Penyakit hidrosefalus adalah penyakit yang menyerang organ bagian otak. Penderita penyakit ini mengalami penumpukan cairan di dalam otak yang berkaitan pada meningkatnya tekanan pada otak sehingga membuat ukuran kepala menjadi tidak normal atau membesar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/penderita-hidrosefalus_20170321_154700.jpg)