Ibu Muda Pembunuh Anak Kandung Menjerit-jerit: Astaghfirullahalazim! Saya Ingin ke Jalan Lurus

"Astaghfirullahalazim... Astaghfirullahalazim... Saya ingin ke jalan yang lurus," teriak Beti menjerit-jerit.

tribun lampung / heriza
Ibu muda tersangka pembunuh anak kandaung 

Nurlela pun meminta Andrianto untuk tenang agar bisa menjelaskan peristiwa yang terjadi. "Kenapa, istighfar istighfar, ada apa dre," ucapnya.

Nurlela kemudian menghidupkan lampu untuk mengetahui peristiwa yang terjadi.

"Saya langsung kaget saat melihat Andrianto sedang duduk tengkurap sambil memegang anaknya. Kemudian Wiri (paman Andrianto) datang dan berusaha mengangkatnya, lalu menyerahkan Revan ke saya," ujarnya.

Nurlela kemudian membawa Revan ke bidan terdekat. Setelah dicek, ternyata Revan sudah meninggal.

Tidak lama kemudian, petugas kepolisian datang dan membawa Revan ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek untuk divisum.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian Saputra mengatakan, pelaku membunuh anaknya dengan senjata tajam. Beti langsung diamankan warga dan saat ini sudah berada di Mapolsek Tanjungan.

"Pelakunya sudah kita amankan di Mapolsek Tanjungan untuk menjalani pemeriksaan. Sedangkan korban Revan usai kejadian langsung dibawa ke RSUD Abdoel Moeloek Bandar Lampung untuk divisum," kata Adi Ferdian, Jumat. Setelah divisum, Andrianto membawa jasad anaknya ke Pesawaran.

Berdasarkan pengakuan pelaku, kata dia, pembunuhan itu dilakukan secara tidak sadar. Beti mengaku mendapatkan bisikan gaib untuk membunuh anaknya.

"Pelaku mengaku dapat bisikan halus (gaib). Senjata tajam yang digunakannya lalu dibuang ke laut," ujar Adi.

Ia menambahkan, pihaknya akan melibatkan para ahli untuk memeriksa kejiwaaan Beti. "Kita akan memeriksa kondisi kejiwaannya," pungkasnya.

Kasatreskrim Polres Lamsel AKP Rizal Efendi mengatakan, pelaku baru menyadari perbuatannya tak lama setelah peristiwa nahas itu.

"Setelah anaknya meninggal, pelaku baru menyadari dan sangat menyesal akibat kejadian tersebut," ungkapnya.
Benteng Agama

Camat Katibung, Hendra Jaya, mengatakan, Beti dan suaminya baru sekitar dua bulan tinggal di Dusun Rangai Barat. Keduanya warga pindahan dari Padang Cermin, Pesawaran.

Sang suami sehari-hari berprofesi sebagai nelayan. Selama dua bulan pindah dan tinggal di Dusun Rangai Barat, kata Hendra, menurut penuturan warga, Beti merupakan sosok pendiam.

"Pelaku dikenal para tetangganya merupakan pribadi pendiam. Selama ini tidak pernah ada pertengkaran antara pelaku dengan suaminya. Karena itu, warga kaget atas peristiwa ini," ungkap Hendra.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved