Ibu Muda Pembunuh Anak Kandung Menjerit-jerit: Astaghfirullahalazim! Saya Ingin ke Jalan Lurus
"Astaghfirullahalazim... Astaghfirullahalazim... Saya ingin ke jalan yang lurus," teriak Beti menjerit-jerit.
"Beti mengaku kurang mendapat perhatian dari suami. Suaminya lebih perhatian kepada orangtuanya sendiri dibandikan dengan dirinya," ujar Yopi menirukan pengakuan Beti.
Karena itulah, sambung Yofi, tersangka melampiaskan kekesalannya itu dengan membunuh anaknya sendiri. "Dengan membunuh anaknya sendiri, pelaku merasa secara tidak langsung telah membunuh keluarga dari suaminya," jelas Yofi.
Terkait barang bukti pisau jenis badik yang digunakan tersangka untuk menghabisi korban, polisi sudah menemukannya di laut dan telah menyitanya.
"Pelaku mengambil badik tersebut dari dapur belakang dan mengeksekusinya di dalam kamar," tambahnya.
Kronologi pembunuhan
Warga Dusun Rangai Barat, Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, Kamis (13/4) malam, gempar. Penyebabnya seorang ibu muda tega menghabisi anak kandungnya yang masih bayi usia 1 tahun.
Perbuatan Beti Selvia Ningsih (23) yang membunuh anak semata wayangnya, Revan Adi Wijaya, sontak membuat warga sekitar kaget. Terutama sang suami, Andrianto, yang saat kejadian sedang mengobrol bersama sepupunya di luar rumah.
Nurlela (34), tetangga korban, menuturkan tragedi itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, Kamis. Ketika itu, Nurlela yang mengaku sedang menonton televisi bersama suaminya, Iwan, mendengar suara orang tertawa.
Nurlela sempat bertanya pada suaminya tentang suara tawa itu.
"Saya tanya suami dengar suara orang tertawa enggak? Tapi suami saya bilang gak dengar," ujar Laila saat ditemui rumahnya di Desa Rangai Tri Tunggal, Lamsel, Jumat (14/4).
Merasa penasaran, Nurlela mengecilkan volume televisi. Tak lama kemudian terdengar suara jeritan dan tangisan yang berasal dari sebelah kiri rumahnya.
"Tolong...tolong. Tolongi anak saya Revan," ucap Laila menirukan suara Andrianto saat meminta pertolongan warga.
Mendengar jeritan minta tolong itu, Laila dan Iwan langsung berlari menuju rumah korban.
Sesampainya di sana Laila mengaku belum tahu kejadian sebenarnya karena kondisi gelap gulita. Ia cuma mendengar Andrianto meminta tolong kepada dirinya.
"Tolongi anak saya teh," katanya mengulangi ucapan Andrianto.