Pemilik Enggan Dibayar Rp 1,5 Miliar, Rumah Ini Berada di Tengah Jalan Tol
Pemilik rumah, Sanawi enggan melepaskan rumah bercat merah muda itu, lantaran besaran ganti rugi yang ditawarkan tim appraisal pembebasan lahan
Karena rumah berada di tengah-tengah proyek jalan tol, rencananya pelaksana jalan tol akan membuat jalan darurat di sisi rumah.
Nantinya, rumah berada di tengah- tengah jalan tol.
Menanggapi hal tersebut, Rokhmantono mewanti-wanti agar pembangunan jalan darurat itu jangan sampai menyentuh tanah milik Sanawi.
"Kalau sampai (tanah) Sanawi ada yang kena, berarti pemerintah telah melakukan penyerobotan tanah. Bisa kami pidanakan," tegasnya.
Sementara, Pimpinan Proyek Tol Pejagan-Pemalang, Mulya Setiawan mengatakan, belum sepakatnya ganti rugi tersebut menghambat pembangunan jalan tol.
"Soal harga ganti rugi yang belum disepakati, kami menyerahkan sepenuhnya ke pengadilan," ucapnya.
BACA JUGA: Seluruh Rumah di Desa Ini Tak Berpintu, Warga Beralasan Supaya Aman
Meskipun, letak rumah itu berada di tengah-tengah badan jalan, rencana pengoperasian jalan tol tersebut pada masa mudik Lebaran tahun ini tetap jalan.
"Nanti kami bangun jalan darurat di samping kanan kiri rumah, tanpa membongkarnya," terang Mulya.