Membanggakan, Atlet Senam Muda Lampung Sukses Masuk Tujuh Besar Dunia
Siswi SMAN 5 Bandar Lampung ini bersyukur sejauh ini bisa tampil sebaik mungkin dengan torehan peringkat 7 kejuaraan senam dalam kategori alat gada.
Laporan Reporter Tribun Lampung Andre
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kejuaraan Dunia Islamic Solidarity Games di Azerbaijan, menjadi torehan manis bagi atlet Lampung. Wahyu Yolanda Putri (16). Atlet senam muda Lampung sejauh ini berhasil masuk rangking 7 dari 8 peringkat di kategori alat gada. Peluang Putri untuk menjuarai kejuaraan lain masih terbuka karena masih ada kejuaraan lain mendatang.
Putri tak menyangka bisa menjadi finalis dan mendapat peringkat 7 dalam ajang bergengsi tingkat dunia. Padahal baru kali pertama turun dalam kejuaraan tingkat dunia.
Siswi SMA Negeri 5 Bandar Lampung ini bersyukur sejauh ini bisa tampil sebaik mungkin dengan torehan peringkat 7 kejuaraan senam dalam kategori alat gada.
"Gak menyangka dan kaget, apalagi ini tingkat dunia dan dilihat banyak orang. Kalau gugup, sih enggak, biasa aja dan fokus. Karena setiap latihan juga diberi masukan untuk mempunyai mental yang kuat," kata Purtri saat diwawancara Tribun, Jumat (2/6).
Putri mengaku sudah mempersiapkan diri untuk tampil maksimal. Bahkan dalam satu hari latihan di genjot 8 hingga 9 jam dengan didampingi kedua pelatih. Baik latihan fisik maupun teknik senam.
"Kalau mau kejuaraan pasti latihan ditambah. Kalau normal sehari sekitar 5 jam, pagi sekolah baru siang agak sore latihan. Nah, pas mau kejuaraan baru, dari 8 sampai 9 jam sehari demi hasil yang maksimal. Ya kadang betisnya pegel aja," ujar remaja kelahiran 3 Mei 2001 itu.
Putri mengaku sehari-hari memang rutin berlatih. Namun aktivitas itu tidak mengganggu kegiatan sekolah. Semua sudah diatur untuk jadwalnya. "Ya sekolah tetap jalan, jadi nggak ada masalah. Karena latihan juga tunggu pulang sekolah," katanya.
Yuyun Wahyuni (46), orang tua Putri awalnya takut ketika ia mau masuk dan memilih olahraga senam. "Waktu kecil, TK kalau gak salah. Suka jalan 'jinjit' memakai ujung kaki. Saya ngomong nanti bisa keseleo, tapi tetap aja di suka gitu. Jalan kayak orang nari balet gitu," ujarnya.
Ia mengatakan, sangat bangga melihat Putri berprestasi walaupun masih ada rasa khawatir kalau terjadi sesuatu. "Ini pertama kali dia ikut kejuaraan dunia, Allhamdulilah bisa sampai final, dan dapat mengharumkan nama Indonesia," ujarnya.
Sementara, Pelatih Senam, Yuli Yanti mengatakan, ketika itu pencarian bibit atlet dilakukan hingga masuk ke sekolah. Putri salah satu atlet yang ditemukan melalui program tersebut.
"Dari kelas 3 SD dia mulai dalami senam dan masuk asrama PPLP hingga sekarang. Untuk capaian dia dalam ajang kejuaraan dunia ini, dia sudah berikan yang terbaik, lawannya para atlet dunia. Paling penting mental dan pengalaman dia dapatnya," ujar mantan atlet senam itu.
Yuli menambahkan, untuk bulan puasa latihan dilaksanakan hanya satu jam. Jika nanti sudah lewat, latihan akan kembali normal. Untuk ke depan akan mengikuti Popnas pada September mendatang di Semarang dan Kejurnas PPLP, November di Jambi.
Adapun torehan prestasi Putri selama ini medali emas di Kejurnas PPLP Surabaya, medali emas Pra Pon Junior, dua medali perak dan satu perunggu Popnas Jakarta dan Surabaya, Kejuaraan Senam di Malaysia masuk 4 besar dan terakhir peringkat 7 dunia dalam Kejuaraan Dunia Islamic Solidarty Games di Azerbaijan yang diikuti 56 negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/putri-atlet-senam_20170605_101038.jpg)