7 Fakta Aneh Bayi Miskin Meninggal Naik Angkot, Hanya Ditutup Kain Ibu Meratap Sepanjang Jalan
Adakah kejadian yang lebih pilu dibanding kehilangan seorang anak yang dicintai untuk selama-lamanya?
"Saya sempat menunggu setengah jam hingga datangnya ambulans di Bundaran Radin Inten Rajabasa," ujarnya.
Kepala Pengawas Mobil Ambulans Gratis Kota Bandar Lampung, Agus Putra (45), mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapatkan telepon dari seorang warga Hajimena, Natar.
Ia menyebutkan terdapat sepasang keluarga sedang membutuhkan pertolongan, yakni butuh mobil ambulans.
"Tujuan mereka hendak ke Lampung Utara, namun mereka hendak menaiki mobil bus," cerita Agus saat ditemui Tribun di posko pelayanan di Tugu Adipura, tadi malam.
Setelah mendapat informasi, pihaknya langsung meminta izin kepada Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mengingat perjalannya cukup jauh.
"Ternyata mendapat persetujuan oleh beliau untuk mengantarkanya dan petugas yang mengantarkan adalah bernama Jefri," ujarnya.
6. Sopir saja sampai iba

Jefri Irwansyah, sopir ambulans yang mengantar jenazah Berlin, mengaku iba dengan kondisi keluarga Ardiansyah.
Ia pun mengantarkan keluarga tersebut ke Dusun Labuhan Dalam, Desa Gedung Nyapah, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara.
Jefri mengatakan, sekitar pukul 20.30 WIB pihaknya sudah sampai di Desa Bumi Agung.
"Kalau perjalanan dari Bandar Lampung berangkat sekitar pukul 17.15 WIB. Jadi kurang lebih perjalanan memakan waktu 3 jam lebih," ujar Jefri.
7. Benarkah karena salah paham?

Direktur Pelayanan Rumah Sakit Abdul Moelok, dr Pad Dilangga, mengungkapkan, peristiwa meninggalnya pasien bayi yang kemudian dibawa menggunakan angkutan umum karena masalah kesalahpahaman.
Menurutnya, pasien meninggal karena kelainan bawaan yakni meningocele di ICU sekitar pukul 15.15 WIB.
"Kemudian kami akan pulangkan dengan ambulans. Keluarga sudah mengurus ambulans dan jenazah dibawa ke ambulans. Tetapi ternyata ada sedikit miss dalam hal administrasi," kata Pad Dilangga dalam klarifikasi pihak RSUAM, Rabu malam.