7 Fakta Aneh Bayi Miskin Meninggal Naik Angkot, Hanya Ditutup Kain Ibu Meratap Sepanjang Jalan
Adakah kejadian yang lebih pilu dibanding kehilangan seorang anak yang dicintai untuk selama-lamanya?
BANDARLAMPUNG, TRIBUN - Kisah tragis warga miskin yang tak mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan manusiawi meski telah memiliki kartu BPJS Kesehatan kembali terulang.
Kisah miris itu kini terjadi di Lampung.
Baca: Menahan Sakit 28 Jam, Acha Septriasa Nyaris Menyerah Melahirkan
Bayi satu bulan asal Abung Timur, Lampung Utara harus dibawa naik angkot karena dimintai uang Rp 2 juta untuk ambulans RSUD Abdul Moeloek, Provinsi Lampung.
Berikut 7 fakta miris dan aneh yang Tribun rangkum atas kejadian yang lagi-lagi menimpa warga tak mampu tersebut.
1. Meratapi kesedihan ditinggal mati anak, masih dimintai uang

Adakah kejadian yang lebih pilu dibanding kehilangan seorang anak yang dicintai untuk selama-lamanya?
Kesedihan ditinggal mati anak itu harus ditanggung pasangan Ardiansyah (40) dan Delpasari (31).
Baca: Baru 2 Bulan Nikah, Artis Cantik Ini Sudah Mau Melahirkan, Ini Reaksi Suaminya
Yang lebih miris, meski sedang meratapi kehilangan anak, mereka masih juga dimintai uang Rp 2 juta untuk membawa jenazah bayinya ke rumah duka yang waktu tempuhnya sekitar 3 jam.
Karena orangtuanya tidak punya uang, jenazah Berlin Istana terpaksa dibawa naik angkutan kota, Rabu (20/9).
2. Sepanjang jalan menangis, jenazah ditutupi kain

Berlin, putri pasangan Ardiansyah (40) dan Delpasari (31), dibawa naik angkot dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) di Jl Rivai menuju Bundaran Radin Inten di Hajimena dengan jarak sekitar 7,1 kilometer.
Baca: Ini Dua Kondisi Penyebab Gagal Orgasme, Pernah Mengalami?
Mereka semula hendak membawa jenazah sang bayi menggunakan bus dari Hajimena ke Lampung Utara, yang memakan waktu sekitar 2 jam.