Rumah Sakitnya Mengerikan Begini, Bukannya Sembuh Pasiennya Malah Bisa Tambah Parah

Rumah Sakitnya Mengerikan Begini, Bukannya Sembuh Pasiennya Malah Bisa Tambah Parah

Tayang:
Facebook/Joko Hendarto - Screenshoot unggahan yang viral di Facebook tentang kondisi ruangan rumah sakit yang mengerikan. 

Berikut tulisan lengkap Joko Hendarto yang diunggah ke facebook.   

Mempolisikan Dokter

Pasti ada yang bertanya dalam hati, ruangan apa ini? Foto ini saya ambil dari status teman sejawat tenaga medis dari Sulawesi Barat yang mencoba mengklarifikasi pemberitaan yang cenderung menyudutkan mereka. Ini adalah salah satu ruangan di rumah sakit mereka, setingkat rumah sakit Provinsi. Saya kurang tahu ruangan apa ini. Dengan dinding yang telah lumutan dan ranjang itu, yang saya tidak tahu apa itu seprei atau lakban hitam.

Sebuah berita di koran menyatakan, seorang pejabat tinggi di Provinsi itu mengancam mempolisikan mereka karena melakukan aksi mogok. Ya, mereka habis mogok, tidak akan melakukan pelayanan sebelum bahan habis pakai dan obat-obatan tersedia di rumah sakit itu. Mungkin juga perbaikan fasilitas seperti ini, sesuatu yang tak layak ada di sebuah ruangan dimana orang sakit akan dirawat, ditindaki dan diobati, lalu kondisinya seperti ini.

Saya kurang tahu kenapa terjadi kelangkaan obat dan bahan habis pakai di sana, juga fasilitas yang mengenaskan seperti ini. Ini mungkin pertanyaan balik yang harus ditanyakan pada bapak yang bernafsu sekali hendak mempolisikan dokter dan tenaga medis lainnya itu.

Menjadi dokter, perawat, bidan, apoteker, radiografer, laboran dan lainnya, memang kadang rumit. Bisa apa mereka jika sesuatu yang harusnya ada di rumah sakit tidak tersedia. Apa mau seorang pasien saat operasi, dijahit dengan sedikit benang untuk operasi dan selebihnya benang untuk menjahit karung saja karena benang operasinya tidak tersedia?

Di sisi lain, kita bisa paham protes masyarakat. Orang yang sakit tidak bisa tidak ditangani. Mereka tidak mau tahu apa persoalan di rumah sakit. Pokoknya saat mereka sakit, datang ke rumah sakit, mereka tahunya harus segera diobati. Titik.

Memang dibutuhkan kearifan menyelesaikan persoalan pelik seperti ini. Dokter, perawat, bidan, apoteker, radiografer, laboran adalah profesi yang baru bisa maksimal bekerja jika bahan, alat dan fasilitas yang mereka butuhkan tersedia dengan memadai. Jika tidak, pekerjaan mereka justeru beresiko, baik bagi mereka sendiri, dan terutama bagi pasien. Profesi-profesi di atas, maaf jika saya katakan tidak sama dengan dukun yang cukup ada air putih dan jampi-jampi, lalu selesai.

Semoga masalah di Sulawesi Barat bisa segera selesai dengan baik, semua pihak berbahagia. Para petingginya, tenaga medisnya dan juga masyarakatnya bisa menahan diri dan bersama mencari solusi terbaik. Tidak lalu muncul fenomena membentur-benturkan tenaga medis dengan masyarakat misalnya. Mudah-mudahan juga statemen emosional semacam akan mempolisikan dokter itu tidak serius, karena jika iya, saya kira kawan-kawan dokter, perawat, bidan, apoteker, radiografer, laboran dan lainnya di sana tidaklah sendiri. Kita akan bersama mereka.

#Kanazawa, 171009

(Bagi yang ingin menge-share, tidak usah minta ijin ya. Orang-orang di luar sana perlu diperlihatkan juga kondisi sebenarnya di lapangan, agar mereka punya perspektif yang lain. Semoga ini bisa jadi pelajaran bagi para direktur rumah sakit dan petinggi pemerintahan di tempat yang lain.)

Netizen yang melihat unggahan ini langsung tersulut emosi. 

Kha Wahyu: Horor! Pasien bisa mati bukan karena penyakitnya tp karena ketakutan.

Anas Asdar: Aslinyami ini rumah sakit. Biar orang sehat kalau masukmi di ruangan ini langsungmi sakit...

Luqman Andalangg: Ini seharusnya tanggung jawab pemerintah yg seharusnya melengkapi sarana dan prasarananya....namanya juga RS.PROVINSI.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved