Rumah Sakitnya Mengerikan Begini, Bukannya Sembuh Pasiennya Malah Bisa Tambah Parah
Rumah Sakitnya Mengerikan Begini, Bukannya Sembuh Pasiennya Malah Bisa Tambah Parah
Wanty TeTtaph Wanty: Orng sakit ke RS pengen smbuh, tp klo ruangan RS nya sprti ini mlah bkin orng tmbah skit..
Faiesal Sachrir Kanro: Pmrntah sllu mndengung2kan bhwa kesehatan dan pendidikan adlh prioritas program yg hrus djlnkn sbg ujung tombak pmbngunan negeri ini, tp pd knyataanx brbanding trbalik, jgnkn sarana dan prasarana, nakes dan tenaga honorer guru gajinya sngat miris, jauh dr standar umr.,
Dalam kolom komentar, Joko Hendarto juga mengungkapkan bahwa foto itu hanya sebagian kecil dari potret buram rumah sakit tersebut.
Masih banyak fasilitas lainnya yang sangat mengenaskan.
Salah seorang dokter bernama Mia Hamsiah yang bekerja di rumah sakit tersebut itu pun menceritakan bahwa hampir dua tahun mereka menyuplai bahan sendiri untuk kebutuhan di poli.
Bahan-bahan medis tersebut dibeli pakai uang sendiri, hasil kumpul-kumpul dengan rekan sejawat.
"alat rusak kami perbaiki sendiri, krn klo cm minta biasax cm dijanji2. Cm setelah sadar..(setelah dua tahun lho) koq bgini2 terus ya. Akhirx kapok jg,"
"Urusan dinding itu, cuma perbaiki ac cat kembali sdh selesai masalah. Itu masalah kecil sj"
"Itu demi menghidupkan poli kami. Karena kasihan dgn pasien, apalagi klo dr jauh. Tapi masa iya seumur hidup mau seperti itu," demikian komentarnya.
Usut punya usut, para dokter dan perawat di rumah sakit tersebut sudah pernah melakukan aksi mogok.
Mogok bukan karena menuntut kesejahteraan atau menghindari pasien, tapi semata-mata karena banyaknya sarana prasarana di rumah sakit tersebut yang tidak sesuai standar.
Apabila pelayanan tetap dilanjutkan dengan kondisi yang serba terbatas, maka juga bisa membahayakan keselamatan pasien.
Dikutip dari nuansainfo.com, aksi mogok dokter di RS Regional Sulbar terjadi pada Jumat (6/10/2017).
Melalui surat pernyataannya, para dokter terpaksa menghentikan pelayanan kepada pasien karena obat-obatan, bahan habis pakai (BHP), fasilitas penunjang (laboratorium, radiologi, dan alat serta prasarana ruang operasi) tidak tersedia di rumah sakit ibu kota provinsi tersebut.
Dalam tuntutannya para dokter juga mendesak agar Direktur RS Regional Sulbar segera mengundurkan diri karena dianggap gagal dalam mengelola rumah sakit.
"Yang kami angkat tentang kondisi rumah sakit yang tidak standar. Kami sudah capek meminta dan tak pernah tersedia. Dan ini berisiko bagi profesi teman (dokter). Pengobatan punya SOP, kalau tidak sesuai alur maka kami bisa kena malpraktik," kata Komite Medik RS Regional Sulbar, dr Phandi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kondisi-ruangan-rumah-sakit-yang-mengerikan_20171104_211014.jpg)