20 Tahun Ngajar Guru Ini Status Tetap Honorer, Setiap Hari Rasakan Kondisi Begini

20 tahun ngajar guru ini status tetap honorer, setiap hari rasakan kondisi begini.

Penulis: Tri Yulianto | Editor: Safruddin
Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto
Mulyadi, guru di SD Negeri 2 Air Kubang Ulu Belu, Tanggamus bergelut dengan lumpur menuju sekolah. 

Laporan Reporter Tribun Lampung, Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - 20 tahun ngajar guru ini status tetap honorer, setiap hari rasakan kondisi begini.

Baca: 6 Fakta - fakta Perseteruan Gubernur Vs Wagub Kaltara - No 4 Ternyata Ini Pangkal dari Permusuhan

Baca: Dijemput 4 Orang, Pria Ini Lalu Dibakar Hidup - hidup, Begini Kondisinya Sekarang

Mulyadi, guru di SD Negeri 2 Air Kubang Ulu Belu, Tanggamus mematik harapan terkait momentum Hari Guru Nasional diperingati setiap 25 November.

Harapan utamanya bukan seputar peningkatan penghasilan melainkan perbaikan infrastruktur jalan menuju tempatnya mengajar.

Bagi pria 48 tahun ini melewati jalanan berlumpur saat musim hujan bukan sekadar perjalanan harian, namun, sudah menjadi bagian perjalanan karier.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (Kompas.com)

Saat musim hujan saat ini contohnya, ia harus berjibaku mengendarai kuda besinya melewati jalan licin dan melewati kubangan air sepanjang dua kilometer (km).

Bahkan, Mulyadi sesekali harus mendorong dan mengangkat motor demi melewati kondisi jalanan tersebut.

"Kalau musim hujan sekarang ini yang pasti ban motor harus dipasang rantai agar bisa menapak jalanan licin dan berlumpur," terangnya..

"Pokoknya masa sekarang ini tiada hari tanpa mandi lumpur. Pagi-pagi menuju sekolah harus "sarapan" angkat motor yang terperosok dalam kubangan lumpur," katanya.

"Dampaknya, sepatu, seragam, dan tas miliknya kerap terkena bercak lumpur," tambah bapak empat anak ini.

Selain jalan rusak, pria yang berprofesi sebagai guru olahraga ini harus menempuh perjalanan 15 kilometer dari rumahnya di Pekon Tanjung Begelung, Kecamatan Pulau Panggung menuju sekolah tempat mengajar.

Selepas salat subuh, ia bergegas berangkat mengajar sembari membonceng anak bungsunya yang kebetulan sekolah di tempatnya mengajar.

Baca: Gunung Agung Meletus-Ruang Udara Terpapar Abu Vulkanik, Bandara Ngurah Rai Masih Ditutup

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved