Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Pempek Crispy Mas Boy, Manjakan Lidah Para Penjelajah Rasa

(VIDEO) Pempek Crispy Mas Boy, Manjakan Lidah Para Penjelajah Rasa . . . . . . .. .

Tayang:
Penulis: dennish prasetya | Editor: soni

Berdasarkan cerita rakyat, pada sekitar 1617 seorang "apek" berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi yang belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik.

Ikan hanya sebatas digoreng dan dipindang. Ia kemudian mencoba alternatif pengolahan lain dengan mencampur daging ikan giling dan tepung tapioka.

 Makanan ini kemudian dijajakan oleh para "apek" dengan bersepeda keliling kota sehingga warga memanggil penjualnya dengan sebutan "pek-apek".

Namun cerita rakyat ini patut ditelaah lebih lanjut karena singkong baru diperkenalkan bangsa Portugis ke Indonesia pada abad 16. Selain itu, velocipede (sepeda) baru dikenal di Perancis dan Jerman pada abad 18.

 Walaupun begitu sangat mungkin pempek merupakan adaptasi dari makanan Tiongkok, seperti bakso ikan, kekian, ataupun ngohyang. Pada awalnya, pempek dibuat dari ikan belida.

Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved