Bioskop Dee Cinema Ditutup Gara-gara Catnya Dituding Melambangkan LGBT?

Bioskop Dee Cinema Ditutup Gara-gara Catnya Dituding Melambangkan LGBT?

Editor: wakos reza gautama
Dee CInema 

Wakapolres mempersilakan masyarakat dan ulama untuk menyampaikam aspirasi sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.

Baru-baru ini beredar kabar,Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur secara resmi menutup izin operasional bioskop dee Cinema.

Penutupan bioskop itu, diambil setelah Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, Kapolres Cianjur AKBP Soliyah SIK, MH, dan Wakapolres Kompol Santiadji Kartasasmita menggelar audiensi dengan perwakilan masyarakat Ciloto dan pihak manajemen bioskop dee Cinema di ruang kerja Wabup Cianjur, Komplek Pemkab Cianjur, Rabu 27 Desember 2017.

Ternyata ada alasan lain kenapa masyarakat menolak keberadaan Dee Cinema. Dilansir dari akun Instagram Info Cianjur, penyebab lainnya adalah cat bioskopnya.

Dari video yang diposting akun @infocianjur, terlihat salah satu perwakilan massa yang menolak memaparkan alasannya.

Menurut pria tersebut, cat ruangan bioskop Dee Cinema melambangkan LGBT.

"warna yang bapak bikin itu melambangkan LGBT. Bioskop itu melambangkan LGBT dengan simbol warnanya. Jangan membangkitkan kemarahan umat Islam," ujar si pria pendemo saat acara mediasi.

"Wakil Bupati Cianjur H. Herman Suherman menegaskan masyarakat Cianjur membutuhkan gedung bioskop namun memang perlu mencari tempat yang strategis yang tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

Hal tersebut dikatakan Wabup @h.hermansuherman Rabu (27/12/2017) di Kantor Wakil Bupati Jl. Siti Jenab 31 usai memimpin acara mediasi terkait dengan tuntutan dan demontrasi beberapa ormas yang mendesak penutupan dan pencabutan ijin Dee Cinema di Desa Ciloto Kec. Cipanas.

Warga yang memprotes kehadiran bioskop saat Launching Bioskop Dee Cinema dan dihadiri Wagub Jabar Deddy Mizwar Jumat (22/12/2017) lalu tersebut beralasan bahwa bioskop tersebut ditengarai tidak berizin dan berlokasi dekat dengan masjid. Mereka juga menuding warna cat bioskop tersebut melambangkan LGBT. "Kami minta pengusaha dan pengembang nanti bisa membangun dan mencari tempat baru untuk gedung bioskop di Cianjur dengan tempat yang lebih strategis dan pas," kata Wabup.

Menyinggung soal perijinan Dee Sinema selama ini, Wabup menegaskan bahwa Dee Cinema sudah melengkapi seluruh dokumen perijinan. "Dari tiga tahap perijinan yang diajukan memang bioskop Dee Cinema sudah terpenuhi ijinnya," ujar Wabup.

Sementara itu dalam rapat mediasi yang dihadiri Ketua MUI Kab. Cianjur KHR. Abdul Halim dan sejumlah pihak terkait, Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah, menyatakan operasional keberadaan bioskop Dee Cinema ditutup untuk sementara. "Saya dari pihak kepolisian dengan tegas menutup sementara oprasional bioskop Dee Cinema," kata Kapolres."

Netizen memberikan komentarnya.

helminaoktaviani "Jadi sok hayang seuri urg mah euy,, bioskop ge didemo diprotes,, demo mah gadog ges puguh sarang maksiat hotel2 tah, nu rada asup akallah,, bioskop mah moal ngagandengken,, waktunya solat y solat moal hente, sakitu we ah"

megha_sf "@helminaoktaviani lain eta jd merembet kana warna cat na cnah majar lambang LGBT subhanalloh..tabayyun atuhh semua..dr pertama perizinan..trs kana maksiat..skr warna catnya jd masalah...uka mah warga cipanas asli pisann...tp knp seolah2 cipanas jd dimiliki segelintir dan sekelompok org sajah....asaku sedihhhh....lahir..tumbuh dan besar disini..malah dulu aya bioskop ge nepi 3...pangrango..gedeh sm cipanas theatre...."

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Tags
dee cinema
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved