Benarkah Bahasa Muncul 1,5 Juta Tahun Lebih Awal dari Perkiraan?
Homo erectus yang hidup sekitar 1,8 juta tahun lalu dipercaya sebagai manusia purba pertama yang menggunakan kata dan isyarat.
Everett menyampaikan, Homo Erectus pada masanya sudah memiliki permukiman yang maju. Mereka memiliki area terpisah untuk tempat tinggal, tidur, area untuk mengolah tanaman dan hewan, serta area yang digunakan untuk kegiatan bersama.
"Mereka tentu saja tidak mampu berbicara seperti kita. Mereka memiliki bahasa yang berbeda," ujar Everett.
"Homo erectus harus lebih dihormati. Sebab, Homo Neanderthalis dan Homo Sapiens lahir sudah dalam dunia linguistik. Itu artinya, kita telah mewarisi apa yang diciptakan Homo Erectus," kata Everett lagi.
Namun, teori Everett ini masih menjadi kontroversi. Misalnya saja Profesor Chris Stringer dari The Natural History Museum, London, yang menolak gagasan itu.
"Bisa saja Homo Erectus ke Flores tidak menggunakan kapal, tapi tsunami yang memindahkannya. Saya yakin Homo Heidelbergensis yang hidup antara 600 ribu sampai 200 ribu tahun lalu memang punya kemampuan berbicara, meskipun bahasanya tidak seperti manusia modern. Namun, pada Homo Erectus, saya tidak begitu yakin," jelas Stringer.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Benarkah Bahasa Muncul 1,5 Juta Tahun Lebih Awal dari Perkiraan?"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/homo-erectus_20180227_002501.jpg)