Gigi Keropos dan Hitam Bikin Ga Pede? Ini Solusi Mengatasinya

Memiliki gigi keropos dan hitam membuat tidak percaya diri saat berbicara dengan orang lain. Munculnya penyakit tersebut terbilang sepele

Tayang:
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: martin tobing
Ilustrasi 

Kondisi lainnya semisal gigi sudah mati, dokter harus memberikan perawatan endodontik atau perawatan saluran akar gigi sebanyak lima sampai enam kali. Setelah itu baru ditambal permanen.

"Misal perawatan endodontik sulit dilakukan, sehingga tambalan permanen pun sulit diberikan, jalan lain dilakukan dokter memberikan veneer, jacket crown, jaket porselen, atau akrilik," ujar dokter gigi bertugas di RSUD Abdul Moeloek ini.

Terkait ketahanan, drg Rita mengatakan, perawatan gigi veneer tahan sampai lima tahun, jacket crown dan jaket porselen 10 tahun, dan akrilik tiga tahun.

Baca: Tunangan Hilang Ingatan, Pria Setia Menunggu 8 Tahun Hingga Mereka Akhirnya Menikah

Kendati demikian ia menyampaikan, ada satu kondisi gigi tidak bisa lagi ditambal, veneer, jacket crown, jaket porselen maupun acrilic.

Kondisi itu terjadi apabila jaringan sehat dalam gigi sedikit dan terus mengalami bengkak meski sudah diobati berkali-kali. Jalan satu-satunya kondisi itu gigi harus dicabut.

Lebih lanjut disampaikan drg Rita, cara-cara diatas memang bisa menyelamatkan gigi dari keropos dan hitam.

Ia mengimbau, lebih baik mencegah sejak dini agar tidak terkena penyakit gigi tersebut.

"Apapun perawatan permanen yang dipilih, tak menutup kemungkinan tambalan bisa bocor kapan saja".

Baca: Ini Alasan Mayoritas Pesawat Memiliki Warna Dominan Putih

Kondisi ini kalau pasien tidak bisa menjaga tambalan itu".

"Misalnya, makan makanan keras dan tidak rutin dibersihkan melalui sikat gigi dua kali sehari dan lebih bagus ditambah berkumur dengan obat kumur," kata drg Rita.

Ia juga mengimbau masyarakat mengonsumsi makan makanan sehat banyak mengandung serat seperti sayuran, dan minum air putih minimal delapan gelas sehari.

Perawatan lainnya rutin kontrol kesehatan gigi ke dokter setiap enam bulan sekali. (*)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Tags
kesehatan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved