600 Warga Rejosari Diimunisasi Difteri Jilid Kedua

Pemberian vaksin ini adalah yang kedua sebab dalam difteri harus tiga kali imunisasi, sama saat usia balita.

600 Warga Rejosari Diimunisasi Difteri Jilid Kedua
wartakota
Ilustrasi imunisasi difteri 

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Sekitar 600 warga berusia 1-19 tahun di Pekon Rejosari, Kecamatan Ulu Belu, menerima imunisasi ulang difteri tahap II. 

Menurut Bambang Sutejo, Kasi Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Tanggamus, dari 600 warga tersebut, rinciannya anak usia 1-5 tahun sebanyak 246 anak, usia 5-7 tahun 97 anak, usia 7-19 tahun 257 orang.

"Sasaran ORI sesuai dengan estimasi. Karena ORI dilaksanakan selama tiga hari. Tujuannya agar semua yang sebelumnya sudah didata bisa menerima imunisasi," terang Bambang, Minggu, 4 Maret 2018.

Baca: Sopir Travel Itu Dibunuh karena Selingkuh dengan Istri Pelaku

Baca: Begini Kronologi Kecelakaan Maut di Jalinbar

Untuk vaksin yang diberikan yaitu vaksin DPT Hb Hib bagi anak usia 1-5 tahun, anak usia 5-7 tahun diberi DT, dan anak usia 7-19 tahun diberi Td. Pemberian vaksin ini adalah yang kedua sebab dalam difteri harus tiga kali imunisasi, sama saat usia balita.

"Pelaksana ORI dari Puskesmas Ulu Belu, dan bidan-bidan sekitar Pekon Rejosari. Mereka sudah membagi tempat ORI ada yang di posyandu-posyandu, sekolah, dan di balai pertemuan pekon," kata Bambang. 

Imunisasi ulang tersebut sebagai tindakan outbreaks response immunization (ORI) atas status Tanggamus yang masuk daerah kejadian luar biasa (KLB) difteri. ORI dilaksanakan selama tiga hari (26-28 Februari 2018).

ORI memang mengabaikan imunisasi yang dulu pernah diberikan sebagai tindakan atas penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. (*)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved