Terungkap Penyebab Kematian Mantan Wakapolda, Ternyata Racun Serangga untuk Kamuflase
Terungkap Penyebab Kematian Mantan Wakapolda, Ternyata Racun Serangga untuk Kamuflase
Tali rafia tersebut kondisinya menggelantung dan jika ditarik lurus lebih panjang dari ketinggian balkon sampai lantai dasar.
Kondisi korban saat ditemukan, wajahnya tidak mengalami luka hanya bagian rusuk sebelah kiri saja yang patah. Jumlahnya sekitar 6 tulang yang patah. Kemungkinan korban tidak jatuh dari balkon lantai III.
"Itu yang menjadi bahasan penyidik. Apakah korban dibunuh atau bunuh diri. Yang jelas penyidik terus mendalami," ungkapnya.
Penyidik saat ini telah memeriksa keluarga korban. Mulai dari istri korban, dan anak korban.
"Tetangga juga sudah diperiksa. Satpam yang menobrak pintu juga audab diambil keterangnnya," jelas Kombes Barung.
Untuk diketahui, polisi membawa sebuah keset dari rumah duka sekaligus tempat kejadian perkara tewasnya mantan Wakapolda Sumatera Utara (Sumut) Kombespol Purn Agus samad di Perum Bukit Dieng Permai MB-9 Kota Malang, Selasa (27/2/2018) lalu.
Keset itu terlihat dibawa keluar rumah oleh seorang polisi anggota Satreskrim Polres Malang Kota.
"Keset, tadi di dekat garasi. Siapa tahu memberi petunjuk," ujar polisi itu.
Tidak ada bekas darah di keset itu.
Sementara itu, polisi terus mendalami pemeriksaan terhadap enam orang saksi yakni dua anak Agus, dua satpam, tetangga, dan istri.
Bahkan pemeriksaan terhadap beberapa di antaranya dilakukan beberapa kali.
Termasuk mendalami keterangan Ny Rahma, tetangga Agus yang kali pertama ditelepon istri Agus, Ny Suhartatik.
Pada Sabtu (24/2/2018) lalu, Hartatik meminta tolong Rahma melalui telepon untuk menengok rumahnya karena sang suami Agus Samad tidak bisa dihubungi.
Kepada polisi, Rahma mengungkapkan cerita Suhartatik padanya yang mengatakan kalau ada orang lain yang mengangkat telepon di rumahnya, Sabtu (24/2/2018).
Hingga saat ini keterangan itu masih simpang siur.