Terungkap Penyebab Kematian Mantan Wakapolda, Ternyata Racun Serangga untuk Kamuflase

Terungkap Penyebab Kematian Mantan Wakapolda, Ternyata Racun Serangga untuk Kamuflase

Editor: taryono
(KOMPAS.com / Andi Hartik)
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri bersama sejumlah anggota Polres Malang Kota saat melakukan olah TKP di rumah mantan Wakapolda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol (Purn) Agus Samad, Senin (26/2/2018) 

Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha mengatakan masih mendalaminya, termasuk meminta rekaman komunikasi telepon di rumah itu kepada operator telepon.

"Kami minta rekaman percakapan telepon selama dua pekan ke belakang," ujar Ambuka.

Atas informasi itu pula, polisi beberapa kali meminta keterangan dari Rahma.

Sedangkan salah satu satpam perumahan itu, Fathurahman mengatakan, keanehan Agus terlihat sejak sepekan sebelum dia ditemukan meninggal.

"Ditinggal ibu kan dua pekan. Sepekan pertama masih keluar rumah pakai sepeda motor, termasuk kalau beli makan. Sepekan terakhir jarang terlihat. Bahkan Jumat (23/2/2018) sehari sebelum Agus ditemukan tewas, lelaki itu tidak keluar rumah," ujarnya.

"Hari Jumat itu juga sepertinya tidak keluar rumah karena tidak kelihatan sama sekali. Biasanya kalau berangkat Jumatan itu selalu ngebel atau menyapa karena lewat depan pos sini. Kemarin itu, abah (panggilan akrab Agus di lingkungan sekitar) tidak kelihatan," imbuhnya.

Ketika ditanya tentang mekanisme tamu di perumahan itu, kata Fathur, kalau tamu itu bukan dari kalangan keluarga maka harus meninggalkan KTP di pos 1.

Pos itu berada tidak jauh dari rumah Agus.

"Kalau tamu dari luar, pasti satpam tahu. Apalagi satpam sini juga patroli dua jam sekali," imbuhnya.

Agus ditemukan tewas di dalam rumahnya, Sabtu (24/2/2018). Tewasnya Agus diketahui setelah salah satu satpam yang bernama Gunaryo mendobrak pintu rumah itu.

Ia mendobrak karena permintaan tetangga Agus, Ny Rahma.

Rahma diminta oleh Suhartatik, istri Agus.

Menurut satpam yang lain, Pawiyadi, sang istri mengaku khawatir karena Agus tidak bisa dihubungi.

"Khawatir apa tidak tahu karena katanya abah tidak bisa dihubungi. Saya yang awalnya diajak Bu Rahma. Tetapi saya melapor ke Pak RT karena butuh saksi untuk mendobrak pintu," ujarnya.

Ketika Yadi bersama RT setempat tiba di rumah itu, kehebohan sudah terjadi di rumah Agus.

Sebab usai Gunaryo mendobrak pintu, malah mendapati Agus tidak bernyawa.

Para satpam dan tetangga bisa masuk halaman depan rumah karena pagar kecil yang berada di salah satu sisi gerbang tidak dikunci.

Hal ini menjadi kebiasaan di rumah tersebut.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved