Berkali-kali Diterjang Ombak, Perahu Berkah Saudara Tenggelam

Perahu Berkah Saudara dua kali dihantam gelombang besar. Dan pada gelombang kedua berkali-kali perahu itu diterjang ombak.

Berkali-kali Diterjang Ombak, Perahu Berkah Saudara  Tenggelam

Laporan wartawan Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Perahu Berkah Saudara dua kali dihantam gelombang besar. Dan pada gelombang kedua berkali-kali perahu itu diterjang ombak.

Menurut Kasiman (57), nahkoda perahu Berkah Saudara, itulah yang menyebabkan perahunya tenggelam di perairan Batu Tangkai, Teluk Semaka.

Baca: (VIDEO) Ratusan Massa Gelar Aksi Usut Dugaan Penistaan Sukmawati

"Waktu hantaman ombak pertama, masih bisa menahan, itu di tengah laut. Terus hantaman kedua yang tidak bisa melawan sama sekali. Bagaimana tidak, tinggi ombak itu melebihi perahu saya yang tiga meter," ujar Kasiman, Jumat 13 April 2018.

Dampak hantaman ombak tersebut air langsung menggenangi kamar mesin. Saat itu mesin masih menyala. Lantas dua ABK Imam (22) dan Aang (18) mencoba menguras air di kamar mesin dengan menyalakan mesin penyedot air.

Baca: Pamer Gaya Berenang, Lucinta Luna Tubuhnya Kok Malah Ngambang Terus

"Saat itu dihantam ombak lagi karena pintu kamar mesin terbuka akhirnya kamar mesin penuh air. Saat itulah mesin kapal mati. Ternyata air yang masuk ke kapal juga menggenangi tengah kapal," ujar Kasiman.

Saat itu perahu sudah terombang-ambing dan hantaman air terus masuk ke lambung kapal. Kemudian penumpang diimbau bawa barang-barang yang penting saja. Sebab untuk mempertahankan perahu mustahil mengingat perahu sudah kemasukan air cukup banyak.

"Karena hantaman ombak berkali-kali kapal itu miring ke kanan ke kiri, saat itulah air masuk. Bayangkan saja kalau kapal sudah terombang-ambing sama saja menciduk air. Selama 12 tahun melaut baru sekarang ketemu ombak yang besar seperti itu," terang Kasiman.

Menurutnya hantaman gelombang itu justru terjadi saat perahu akan sandar di Pekon Teluk Brak, dan jarak antara pantai dengan tenggelamnya perahu sekitar 300 meter.

Saat itulah tumpukan triplek yang diangkut perahu tersebut tercecer, hingga akhirnya diputuskan untuk jadi pelampung oleh para penumpang.

Hingga melintaslah perahu nelayan pancing yang kemudian beri pertolongan. (tri yulianto)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved