Banyak Orang Kaya Mendadak karena Muntahan Ikan Ini, Ditaksir Harganya Bisa Miliaran Rupiah

Baru-baru ini seorang seorang nelayan di Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Charlie Naysmith 

Mengutip dari Grid.id, meski disebut muntahan, namun benda ini tidak keluar dari mulut paus.  

Benda ini keluar dari saluran pembuangan kotoran paus kepala kotak (Physeter macrocephalus). Bentuk dan teksturnya seperti bongkahan lilin.

Walaupun keluar dari saluran pembuangan, muntahan ini berbeda dari feses atau kotorannya.

Saat baru dikeluarkan, muntahan paus berbau busuk dan berwarna kehitaman. Namun, lama-lama bau busuk itu hilang dan berubah menjadi harum.

Tidak semua paus kepala kotak mengeluarkan muntahan atau ambergris ini. Dari jumlah paus kepala kotak yang ada, hanya 1 persen paus yang mengeluarkannya.

Muntahan paus jarang ditemukan. Biasanya, muntahan paus akan tenggelam di laut. Namun, ada sebagian yang mengapung dan terdampar di tepi pantai.

Muntahan paus dapat dijadikan sebagai bahan pembuat parfum. Parfum yang dibuat dari muntahan paus bukan parfum biasa.

Muntahan paus dapat menghasilkan wangi khas yang menyenangkan untuk manusia.

Wangi ini tidak bisa dihasilkan oleh zat lain, selain muntahan paus.

Meski banyak peminatnya, beberapa negara mulai melarang penggunaan muntahan paus untuk bahan baku industri, seperti parfum.

Halaman
1234
Editor: soni
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved