Jika Terbukti Memprovokasi, Begini Nasib Tiga Pelajar SMK yang Terlibat Tawuran

Dampak penyerangan tersebut, kaca gedung perpustakaan dan mobil milik Wakil Kepala SMKN 4 Efendi Supardi pecah.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: nashrullah
Tribunlampung/Bayu
Polisi menunjukkan batu yang dilempar ke mobil wakil Kepsek SMKN 4 Bandar Lampung Efendi Supardi. 

"Kami berharap masalah ini diselesaikan secara baik agar tidak berimbas yang lainnya dan semuanya harus dicari akar permasalahannya," katanya.

Dipicu Hal Sepele

Aksi lempar batu yang dilakukan siswa SMK 2 Mei di gedung SMKN 4 Bandar Lampung ternyata dipicu masalah sepele.

Baca: Kisah San Jose, Kapal Bernilai Rp 239 Triliun yang Diperebutkan Lima Negara

Berdasarkan pengakuan siswa yang diamankan polisi karena menjadi provokator, mereka melakukan penyerangan lantaran salah rekannya dipukuli oleh siswa SMKN 4.

Pemukulan terjadi disebabkan tatapan mata di antara kedua siswa yang bertikai.

IP, salah satu siswa, mengaku, pada Jumat (25/5/2018) lalu ia dan temannya hendak membeli sepatu di Pahoman dan kebetulan lewat di dekat siswa SMKN 4 yang tengah berkumpul.

"Jadi kemarin Jumat itu saya mau beli sepatu dan lewat Pahoman, dan dikiranya saya melototin anak SMKN 4 dan saya langsung dikejar. Saya berhasil lolos, tapi teman saya dipukul helm," katanya.

Atas kejadian itu, sambung IP, ia dan temannya melaporkan hal itu kepada teman-teman lainnya.

Kemudian mereka pun sepakat untuk menyerang SMKN 4.

Menurut IP, sebenarnya kedatangan mereka ingin bertemu dan mempertanyakan maksud pemukulan terhadap rekannya.

Baca: Awas! BBM Oplosan Beredar di Bandar Lampung, Pelaku Jual ke Pertamini dan Kios Pinggir Jalan

"Kalau (siapa saja) yang melempar batu (ke sekolah) itu saya nggak tahu, mungkin karena mereka emosi," kata IP.

Kepala SMK 2 Mei Bandar Lampung, Djunadi menyesalkan adanya aksi penyerangan yang dilakukan siswanya terhadap SMKN 4 Bandar Lampung.

Djumadi memastikan kejadian itu hanya kesalahpahaman antarsiswa.

Meski begitu, Djumadi menyatakan jika pihaknya akan memproses para siswa yang diduga menjadi provokator penyerangan.

"Kami akan memproses para siswa tersebut. Jika terbukti ada provokator dan siswa itu rekam jejaknya di sekolah buruk maka saya tidak toleran lagi dan langsung saya keluarkan dari sekolah," tegasnya, Senin (28/5/2018).

Baca: Tips Mudik 2018, Luangkan Waktu Cek Kondisi Ban dan Cairan Kendaraan

Menurut Djumadi, pada Rabu (30/5/2018) pihaknya akan melakukan proses perdamaian bersama pihak SMKN 4 yang dimediasi oleh kepolisian.

"Karena sekolah itu sebagai tempat pembinaan bukan sebaliknya. Sekolah merupakan tempat pembentukan karakter dengan harapannya siswa disekolahkan agar punya prestasi," tandasnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved