Gunung Anak Krakatau dan Letusan Paling Mematikan Sepanjang Sejarah

Langit menjadi gelap hingga 442 km dari gunung Krakatau selama 3 hari.

Penulis: Heribertus Sulis | Editor: Heribertus Sulis
Tribun Lampung/Dennish Prasetya
Gunung Anak Krakatau 

Keesokan harinya, 27 Agustus 1883, ada empat ledakan dahsyat gunung Krakatau yang terdengar sampai Perth, Australia (4.500 km).

Erupsi Krakatau
Erupsi Krakatau

Ledakan itu melontarkan sekitar 11 km kubik puing ke atmosfer.

Langit menjadi gelap hingga 442 km dari gunung Krakatau selama 3 hari.

Bahkan debu vulkanik merambah hingga 6.076 km jauhnya ke arah Barat Laut.

Suhu global rata-rata saat itu turun hingga 1,2 derajat lebih dingin dalam waktu 5 tahun.

Bagaimana Anak Krakatau Terjadi?

Pada tahun 1927, beberapa nelayan Jawa terkejut melihat kolom uap dan puing yang dimuntahkan oleh runtuhnya kaldera.

Krakatau kembali terbangun setelah tertidur selama 44 tahun.

Dalam beberapa minggu, tepi kerucut baru muncul ke atas permukaan laut.

Satu tahun kemudian kerucut ini tumbuh menjadi sebuah pulau kecil yang diberi nama Anak Krakatau.

Secara berkala, Gunung Anak Krakatau mengalami letusan kecil dan sedikit berbahaya untuk pulau-pulau sekitarnya. (*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved